Tuesday, August 23, 2016

Kedudukan Shalawat Kepada Nabi Muhammad saw



Rasanya, alangkah naifnya jika manusia seperti kita hanya mengandalkan amal yang kita persembahkan kepada Allah swt agar kita masuk surga. Karena begitu banyak kekurangan dalam amal-amal kita. Jangankan mengamalkan yang sunnah, yang wajib saja kita sering lalai. Oleh sebab itu, kita membutuhkan apa yang disebut “syafaat” Nabi Muhammad saw. Salah satu cara untuk mengundang turunnya syafa’at Nabi Muhammad saw adalah dengan membaca shalawat kepada beliau.

Dalam ajaran Islam, shalawat memiliki kedudukan yang amat mulia. Bahkan beberapa amal ibadah tidak sah jika tidak ada shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Tulisan ini tidak sedang mengetengahkan tentang keutamaan shalawat, karena hal itu sudah banyak dibahas orang. Akan tetapi tulisan ini akan menyampaikan tentang kedudukan shalawat menurut ajaran Islam. Meskipun, tidak dipungkiri,  antara kedudukan dan keutamaan mempunyai kedekatan makna dan keterikatan antara keduanya.

Beberapa kedudukan shalawat kepada Nabi Muhammad saw dapat diringkas sebagai berikut:
Pertama: Shalawat adalah amalan yang dicontohkan Allah swt langsung. Biasanya,  suatu perintah, hanya dilaksnakan oleh manusia, sedangkan Allah swt tidak melaksanakannya. Contohnya perintah shalat, zakat, puasa dan haji. Keempat perintah ini yang juga menjadi empat rukun Islam, hanya dilaksanakan oleh hambaNya. Dan Allah tidak melaksanakannya, Allah tidak shalat, tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak berhaji. Tapi coba bandingkan dengan perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad saw, Allah sendiri memberi contoh dan menegaskan bahwa diriNya bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Demikian juga dengan para malaikatNya. Perhatikan ayat berikut ini:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا (الأحزاب56)
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (QS: Al-Ahzab: 56)
Ayat ini memberi gambaran bahwa, sebelum Allah memerintahkan orang-orang beriman, Allah swt memberi penjelasan, bahwa Allah swt sendiri beserta para malaikatNya bershalawat kepada Rasulullah saw, baru kemudian memerintahkan orang-orang beriman agar bershalawat kepada beliau.

Kedua, shalawat menjadi rukun di antara rukun-rukun shalat. Hal ini disepakati para imam madzhab. Mereka berkata bahwa membaca shalawat adalah bagian rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan. Barangsiapa meninggalkannya, maka shalat seseorang menjadi batal. Bahkan, tatkala membaca al-fatihah masih bisa ditinggalkan oleh seorang makmum dalam shalat berjamaah, baik karena ketidak kesempatan membacanya atau karena telah ditanggung imam, para fuqoha sedikit membahas tentang hukum bolehnya meninggalkan bacaan shalawat meskipun dalam keadaan seseorang sedang bermakmum. Kalau dalam meninggalkan bacaan al-fatihah maka ulama banyak membahas tentang hukum meninggalkan bacaan surat al-fatihah yang juga merupakan rukun shalat. Kesimpulan pendapat mereka adalah: bahwa yang diwajibkan membaca al-fatihah adalah hanyalah imam dan munfarid (orang yang shalat sendiri), sedangkan makmum masih diperbolehkan meninggalkan bacaan surat al-fatihah. Sedangkan shalawat yang dibaca saat tahiyat atau tasyahud para ulama mewajibkan membaca shalawat, baik pada imam, makmum maupun munfarid. Ini tentu saja boleh dikatakan bahwa membaca shalawat mendapat kedudukan penting dalam ibadah shalat.

Ketiga: Membaca shalawat masuk dalam urutan tata cara shalat jenazah. Dalam bacaan shalat jenazah hanya ada empat bacaan dalam empat takbir berbeda. Yaitu, membaca al-fatihah setelah takbir pertama, membaca shalawat setelah takbir kedua, membaca doa untuk mayit setelah takbir ketiga, dan membaca doa untuk diri kita dan kaum mukimin setelah takbir keempat. Disini, shalawat menempati urutan kedua setelah membaca surat al-fatihah. Dalam al-fatihah terkandung pujian kepada Allah. Sedangkan  dalam shalawat terkadung ungkapan cinta kita kepada nabi Muhammad saw dengan mendoakan beliau. Penyebutan nama Rasulullah saw setelah pujian kepada Allah swt mirip dengan ungkapan dua kalimat syahadat, yaitu; Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Keempat: Para ulama sepakat, bahwa salah satu adab dalam berdoa harus disertakan bacaan shalawat kepada nabi Muhammad saw. Tegasnya adalah, sebelum memohon dan meminta kepada Allah sebaiknya memulai dengan puji-pujian kepada Allah, kemudian shalawat kepada Rasulullah saw, barulah kemudian menyampaikan doa dan keinginannya kepada Allah. Karena doa yang dimulai dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi sangat dekat dengan kemungkinan diijabahnya suatu doa. Hal yang sama terjadi pada shalat jenazah. Sebelum mendoakan mayit pada takbir ketiga, maka pada takbir pertama dan kedua dimulai dengan pujian pada Allah swt dan shalawat kepada Rasulullah saw.

Kelima: para ulama sepakat pula, bahwa membaca shalawat adalah bagian dari rukun khutbah Jum’at. Rukun khutbah itu ada lima : Memuji Allah (hamdalah), bershalawat kepada Rasulullah saw, membaca kutipan ayat al-Quran, berwasiat akan ketakwaan, dan mendoakan kaum mukminin dan mukninat. Disni, membaca shalawat masuk pada urutan kedua rukun khutbah. Bahkan, meskipun sebagian ulama membolehkan menyampaikan isi khutbah dengan bahasa yang dimengerti masyarakat setempat, namun saat membaca kelima rukun tersebut –termasuk membaca shalawat – haruslah menggunakan bahasa Arab.
Jadi, janganlah meremehkan urusan bershalawat kepada Nabi Muhammad saw, karena Allah swt Nabi-Nya serta para ulama telah mendudukan shalawat pada tempat yang mulia dari urusan agama.

Semoga bermanfaat.
Muhammad Jamhuri
Madinah, 20 Dzulqo’dah 1437 H/ 23 Agustus 2016

Wednesday, August 17, 2016

KATA-KATA MUTIARA DAN NASEHAT HADHRATUS SYAIKH KH. SYUKRON MAKMUN



(ditulis kembali oleh Al-Haqir wa Al-Faqir ilaa Robbihil Kabir: al-Tholib: H. Muhammad Jamhuri, Lc, MA.)
Guru Kita: KH. Syukron Makmun

Pengantar:
Alhamdulillah, berkat nikmat yang Allah limpahkan, Saya dapat menyusun kumpulan kata-kata mutiara dan nasehat guru kita Hadratus Syaikh KH. Syukron Makmun hafidzahullah. Sebenarnya banyak nasehat dan kata mutiara beliau yang sudah Saya kumpulkan dalam satu diary khusus, akan tetapi diary itu hilang. Untung saja, masih ada diary lain yang masih ada. Mayoritas kata mutiara dan nasehat ini tertulis di agenda tahun 1988 yang diambil dari berbagai acara selama nyantri di Daarul Rahman, antara lain kuliah subuh, haflatul wada’, pelantikan IP3DR/IP4DR dan lain-lain, kemudian Saya klasifikasikan kepada beberapa kategori. Ana berharap teman-teman bisa menyempurnakan lebih banyak lagi, sehingga pesan Kyai kita dapat terus kita ingat, dan seakan kita merasa masih seperti di Pesantren Daarul Rahman dulu.



Kategori ”GURU”
  1. Orang yang mengajarmu satu huruf yang diperlukan dalam agama adalah bapakmu dalam agamamu.
  2. Hormatmu pada gurumu lebih baik dari pada ilmu yang kau terima darinya
  3. Guru yang tidak berwibawa dan tidak dihormati adalah karena tidak menghormati gurunya sewaktu menjadi murid
  4. Kalau ingin kaya janganlah jadi ustadz, jadilah pedagang.


Kategori ”ILMU DAN ULAMA”
  1. Orang yang tidak berilmu, tidak dipentingkan orang
  2. Orang yang tidak berilmu, tidak diorangkan orang
  3. Ilmu itu bagai lautan, semakin kita dalami semakin dalam lautan itu
  4. Sesuatu, kalau diisi akan penuh, tapi ada yang tidak penuh-penuh kalau diisi, itulah otak
  5. Walaupun ilmu banyak, tapi tidak berakhlak maka akan dikutuk Allah
  6. Kalau kita belajar dengan sejarah maka akan menjadikan jiwa kita dinamis
  7. Sangat penting mempelajari sejarah agar berjiwa patriot
  8. Menuntut ilmu adalah ibadah qalbu
  9. Orang yang bisa baca, tapi tidak mau membaca maka ia sama dengan orang buta huruf
  10. Ilmu itu didapat dengan rajin membaca
  11. Jadikan ilmu sebagai kekasihmu
  12. Nilai 1 yang diuji lebih baik daripada nilai 10 yang tidak diuji
  13. Hargailah dirimu dengan ilmu dan akhlak
  14. Ijazahmu sesungguhnya adalah ilmu dan akhlakmu
  15. Ulama adalah cendikiawan intelektual Islam yang disiplin dengan ilmunya dan mengamalkannya
  16. Kyai diibaratkan penggembala kambing. Kalau penggembala kambing menjaga kambing dari srigala. Bagaimana jika penggembalanya sendiri mempunyai srigala? (khianat pada umat?)
  17. Kyai karbitan adalah orang Islam yang pakai peci, sorban, tasbih tapi ilmunya tidak ada.
  18. Kyai karbitan menyebutkan diri bahwa dia adalah kyai, bukan oleh masyarakat
  19. Ulama akhirat adalah yang tujuannya mencari ridho Allah dan untuk kepentingan agama
  20. Ulama dunia adalah yang tujuannya mencari materil meskipun kerja/mengajarnya sama dengan ulama akhirat, tapi niatnya lain.


Kategori ”PEMIMPIN dan ORGANISASI”
  1. Pimpinlah dirimu sebelum memimpin orang lain
  2. Pemimpin yang tidak mau turun pasti diturunkan
  3. Semua posisi adalah penting dan tidak ada yang terpenting dari lainnya
  4. Orang yang pernah berorganisasi hidupnya tak akan buta.
  5. Kalau biasa meremehkan orang, maka akan diremehkan orang.
  6. Jadilah orang yang siap dipimpin dan siap memimpin
  7. Disiplin dapat ditegakkan bukan dengan kekerasan
  8. Wibawa dengan kekerasan adalah wibawa semu
  9. Yang membuat seseorang tidak berwibawa adalah karena ia memerintah tapi tidak melaksanakan, kemudian melakukan kekerasan untuk mengembalikan wibawa.
  10. Jangan jadi pengurus seperti calo, memerintah anggota tapi ia tidak melaksanakan
  11. Negara yang zalim jika pemerintahannya kehilangan akal akan pendapat rakyat yang kontra maka jalan terakhirnya dengan kekejaman seperti yang terjadi pada namrudz terhadap Ibarhim


Kategori ’PRINSIP HIDUP”
  1. Janganlah kau jadi manusia bermental kerupuk yang cepat layu oleh angin dan hujan
  2. Lauk yang paling enak adalah rasa lapar
  3. Jadilah Pegawai Allah
  4. Orang peragu tidak akan sukses
  5. Orang yang berbudi adalah orang yang tahu budi
  6. Sarjana adalah orang yang pandai membuat lapangan pekerjaan bagi orang lain, bukan orang yang pandai mencari pekerjaan kesana-kemari.
  7. Janganlah jadi orang yang kepalangtanggung
  8. Orang yang berani hidup melarat belum tentu melarat
  9. Orang yang terbiasa hidup sederhana akan siap menghadapi hidup mewah, tetapi orang yang terbiasa hidup mewah tidak siap hidup sederhana.
  10. Berbahagialah orang yang tahu kekurangannya
  11. Merasa sudah sempurna adalah berbahaya
  12. Janganlah lari dari persoalan
  13. Jadilah orang yang serba beres
  14. Yang punya niat dan tekad bulatlah yang akan berhasil
  15. Istirahat adalah berpindahnya seseorang dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain



Kategori ”CINTA”
  1. Cinta itu menyiksa, jika tidak siap tersiksa, jangan coba mencinta
  2. Orang yang tidak pernah bosan pada sesuatu, karena ia mencintai sesuatu itu
  3. Kalau kau mencintai sesuatu (ilmu) pasti kau mencarinya sampai ketemu
  4. Ilmu itu harus dijadikan kecintaannya/hobinya
  5. Korbankanlah apa yang kau cintai demi sesuatu yang lebih kau cintai (Allah SWT)


Kategori ”PERGAULAN”
  1. Jangan jadi orang asing di negerinya sendiri
  2. Ke kandang kambing mengembik, ke kandang kerbau mengaum. Artinya: harus menyesuaikan diri.
  3. Maukah anak-anakku jadi seperti ayam? Nasib ayam jadi susah: Kalau orang kawin, ia mati, kalau ia mati ia juga ikut mati (selalu menjadi objek penderita)
  4. Jangan marah kalau tidak ditolong Allah, sudahkah menolong saudaranya?/muslim
  5. Jadilah seperti ikan hidup, meski hidup di lautan yang asin namun ia tetap tawar (istiqomah). Dan janganlah menjadi seperti ikan mati yang larut dibentuk orang, menjadi ikan asin, dendeng dan lain sebagainya
  6. Jika terjun ke suatu desa, di sana ada macannya, maka dekati dulu macannya baru bergaul dengan masyarakat.
  7. Kalau biasa meremehkan orang, maka akan diremehkan orang.
  8. Jangan melupakan jasa orang yang berjasa
  9. Hormatilah orang lain, maka kau akan dihormati
  10. Orang yang minta dihargai adalah orang yang tidak berharga


Kategori ”PEMAHAMAN KEAGAMAAN”
  1. Pembaharuan Islam adalah mengembalikan agama kepada kebenarannya, bukan merubahnya
  2. Pembaharuan Agama dengan merubah agama berarti penggusuran agama
  3. Perintah Allah bukan sekedar untuk diseminarkan, tapi untuk diamalkan
  4. Membaca ilmu pengetahuan harus dikaitkan dengan nama Tuhanmu
  5. Suatu kewajiban pertama bagi santri adalah mendahulukan kebersihan batinnya dari akhlak yang tercela.
  6. Modernisasi tidak bertentangan dengan Islam. Yang bertentangan adalah westernisasi, seperti berpakaian minim
  7. Kalau wanita setengah telanjang adalah modern, maka kuda lebih modern?
  8. Pergaulan bebas wanita dan pria itu namanya pembinatangan manusia
  9. Modenisasi dalam Islam: Yes, Westernisasi dalam Islam: No.
  10. Modernisasi bukan penghancuran moral
  11. Perkembngan manusia harus sesuai dengan agama, bukan agama yang disesuaikan dengan hawa nafsu manusia.





Wednesday, August 3, 2016

KHUTBAH IDUL ADHA





Oleh: Muhammad Jamhuri



ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبركبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا, لا اله الا الله ولا نعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون, لا اله الا الله وحده صدق وعده  ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده, لا اله الا الله والله أكبر ولله الحمد.
ان الحمد لله نحمده ونستعينه وتستغفره, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا, من يهديه الله فلا مضل له, ومن يضلله فلا هادي.  أشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صل على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين وسلم تسلبما كثيرا.
أما بعد, فيا عباد الله, اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وأنتم مسلمون .
قال الله تعالى فى كتابه الكريم, وهو أصدق القائلين, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم: (انا أعطينا كالكثوثر فصل لربك وانحر ان شانئك هو الأبتر)


ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR....ALLAHU AKBAR...WA LILLAHIL HAMD
KAUM MUSLIMIN WAL MUSLIMAT ROHIMAKUMULLAH.....
Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Allah swt atas segala nikmat yang telah Allah karuniakan kepada kita. Dan Salah satu cara bersyukur adalah dengan meningkatkan kualitas iman dan takwa kita kepada Allah swt. Oleh karena itu, khatib yang dhoif mengajak kepada diri sendiri dan jamaah sekalian, marilah kita berusaha meningkat kualitas iman dan taqwa kita. Yaitu istiqomah menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.

ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR....ALLAHU AKBAR...WA LILLAHIL HAMD
JAMAAH SHALAT IDUL ADHA ..RAHIMAKUMULLAH..
Kita bersyukur kepada Allah swt karena kita diberikan syari’at dan ajaran yang saling keterpautan dengan ajaran Rasul-rasul sebelumnya. Tidak ada agama satu pun di dunia ini yang begitu lengkap dan saling keterpautan dengan risalah nabi-nabi sebelumnya selain ajaran Islam.
Sebagai contoh: syariat ibadah qurban adalah syariat yang telah diperintahkan oleh Allah swt atas putra-putra manusia pertama, yaitu Qabil dan Habil, keduanya adalah putera-putera manusia pertama, Nabi Adam as. Kemudian ibadah qurban ini dilanjutkan puncaknya pada peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail alaihimas salam, kemudian saat Nabi Muhammad saw diutus ke dunia ini, beliau pun memerintahkan menganjurkan kepada umatnya untuk melaksakan ibadah qurban di bulan haji atau di bulan Dzulhijjah ini. Firman Allah swt:
(انا أعطينا كالكثوثر فصل لربك وانحر ان شانئك هو الأبتر)
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (QS. Al- Kautsar: 1-3)
Contoh lain: bangunan Ka’bah pertama kali dibangun oleh manusia pertama bernama Adam as dan digunakan sebagai tempat ibadah dan thowaf, kemudian setelah tertutup oleh banjir sekian kurun waktu lamanya, Allah swt memerintahkan nabi Ibrahim dan Ismail as di zamannya untuk membangun kembali pondasi bangunan Ka’bah, kemudian digunakan sebagai tempat pelaksanaan ibadah haji. Kemudian saat Rasulullah saw diutus, Allah swt memerintahkan beliau dan umatnya untuk melaksanakan ibadah haji ke Makkah yang disana terdapat bangunan Ka’bah. Dan hingga kini, berjuta-juta umat Islam selelau berkunjung ke bangunan pertama itu untuk melaksanakan ibadah haji.
Dua syari’at ajaran ini saja, yaitu ibadah qurban dan ibadah haji yang menjadi peninggalan nabi sebelumnya, masih dilestarikan dan ditaati oleh kaum muslimin. Adakah agama lain mengajarkan berkurban dan berhaji seperti agama Islam? Jawabannya TIDAK ADA.
Sekali lagi, ini merupakan nikmat yang besar, yang berarti mata rantai ajaran agama kita adalah ajaran yang otentik, dan berkesinambungan dari nabi-nabi sebelumnya. Oleh sebab itu, kita sangat menghormati semua nabi dan Rasul. Kita tidak boleh menghina mereka, apalagi menyepelekan mereka. Semua Nabi wajib kita hormati dan muliakan. Bahkan hal itu bagian dari keimanan kita. Siapa saja yang mengingkari dan menghina nabi-nabi yang diutus oleh Allah, maka dia belum beriman, karena telah merusak salah satu rukun imannya, yaitu percaya kepada Rasul-rasul Allah. Kita tidak boleh menghina nabi Daud (David), Kita tidak boleh menghina nabi Musa (Moses), kita tidak boleh menghina nabi Isa (Yesus), apalagi menghina nabi Muhammad saw.
Jadi, kita lah umat Islam yang paling siap hidup bertoleransi dan saling menghormati, dan itu bagian dari keimanan kita. Namun kita bertanya, apakah umat lain menghormati Nabi kita nabi Muhammad saw? Adakah umat lain mengaku adanya nabi Muhammad pembawa risalah? Atau kah mereka selalu menghina nabi kita Muhammad saw? Banyak pemberitaan tentang penghinaan mereka kepada nabi Muhammad saw, baik melalui kartun karikatur, guyonan atau stand up commedy atau cara keji lainnya. Ini menunjukkan mereka tidak siap hidup bertoleransi dan hidup saling menghormati.

ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD
JAMAAH SHALAT IDUL ADHA ..RAHIMAKUMULLAH..
Di dalam al-Quran, terdapat kata  “uswatun hasanah” (teladan yang baik) yang hanya disebut dua kali, dan kata tersebut hanya disematkan atau disandarkan kepada dua sosok Nabi. Kata “uswatun hasanah” yang pertama disandarkan kepada Nabi Muhammad saw, dan kata”uswatun hasanah” yang kedua disematkan dan disandarkan kepada Nabi Ibrahim as .
Kata “uswatun hasanah” yang pertama disebutkan dalam al-Quran surat Al-Ahzab ayat:21
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah (Muhammad) itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS. Al-Ahzab: 21)

Kata “uswatun hasanah” yang kedua disebutkan dalam al-Quran surat Al-Mumtahanah ayat:4
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia(QS.Al-Mumtahanah: 4)

Kedua ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa :
1.      Meskipun jarak masa antara masa nabi Ibrahim as dan masa Nabi Muhammad saw begitu jauh, namun kedua nabi ini mempunyai hubungan yang sangat dekat. Hal ini dikuatkan lagi dengan “sholawat Ibrohimiyah” yang kita baca pada setiap tahiyat akhir dalam sholat kita yang berisi doa kepada kedua nabi tersebut.
2.      Kedekatan kedua nabi tersebut juga dikuatkan dengan zikir pagi dan petang yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw, yang berbunyi:
أصبحنا على فطرة الاسلام , وكلمة الاخلاص , وعلى  دين نبينا محمد صلى الله عليه وسلم , وعلى ملة أبينا  ابراهيم حنيفا وما كان من المشركين
         
3.      Meskipuan semua nabi yang diutus Allah menjadi inspirasi teladan yang baik bagi kita, namun Allah hanya menyandarkan kata “uswatun hasanah” kepada kedua nabi tersebut, ini menunjukkan bahwa kedua nabi itu lebih sangat layak kita jadikan sebagai inspirasi teladan yang baik buat kita. Salah satu teladan yang baik yang pernah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim dan orang yang bersamanya (keluarganya) adalah kisah tentang peristiwa pengorbanan putra Ibrahim as, yang kemudian “sunnah” nya kita lanjutkan di hari raya Idul Adha ini.


ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD
KAUM MUSLIMIN WAL MUSLIMAT RAHIMAKUMULLAH......
Kisah peristiwa pengorbanan yang terjadi pada nabi Ibrahim dan Ismail adalah peristiwa ujian yang sangat dramatis penuh ketegangan bagi jiwa manusia. Betapa tidak?
Ibrahim yang sudag berkeluarga sekian lama dengan Siti Sarah belum juga mempunyai anak sebagai belahan hati dan jiwa. Hingga akhirnya sang isteri merelakan suaminya untuk menikahi pembantunya bernama Siti Hajar.
Harapan Ibrahim as pun terkabul. Setelah menikahi Siti Hajar, beliau dianugerahi seorang putra yang rupawan, lucu dan indah dipandang. Di tengah-tengah cinta mendalam yang dicurahkan kepada anaknya yang belum berusia satu bulan itu, beliau mendapat ujian dari Allah swt untuk memboyong dan meletakkan putera dan isterinya bernama Siti Hajar di sebuah tempat yang gersang dan sepi. Ayah mana yang tega meletakkan anaknya yang masih kecil diletakkan di sebuah lembah yang gersang dan tak berpohon? Ayah mana yang belum lama diangurahi putra yang dinanti-nantikan kemudian harus di letakkan di negeri asing? Namun, karena keimanan yang kuat pada Ibrahim as, beliau akhirnya melaksanakan perintah Tuhannya untuk meletakkan keluarganya di negeri sepi dan gersang tersebut. Beliau berdoa –sebagaimana diceritakan dalam al-Quran:
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنْ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنْ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur(QS. Ibrahim: 37)

Setelah ujian pertama lulus, ternyata ujian berikutnya segera datang. Pada saat Ismail as menginjak usia dewasa, nabi Ibrahim as diperintahkan oleh Allah swt untuk menyembelih puteranya. Sekali lagi, ini adalah ujian yang berat bagi jiwa seorang ayah atau jiwa orang tua yang sangat mencintai puteranya. Betapa tidak? Ismail adalah seorang anak yang rupawan, ganteng, enak dipandang, sholeh, taat menjalankan agama, patuh kepada kedua orang tua serta rajin melakukan kebajikan. Ayah mana dan orang tua mana yang rela “membunuh” atau “membuang” anak seperti itu?. Jangankan membuang atau membunuh anak yang sholeh, orang tua yang memiliki anak nakal yang tersangkut kriminal atau narkoba pun kadang masih sayang kepada anaknya. Dia masih mengunjungi anaknya yang sedang di penjara dengan membawa makanan yang enak-enak dan pakaian yang bagus dan baik.
Namun Allah tetap akan menguji Ibrahim as dan keluarganya, apakah dia dan keluarganya lebih mencintai keluarga dan dirinya atau lebih mencintai Allah swt? Allah menceritakan dalam al-Quran:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنْ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (QS. Ash-Shoffat: 102)
Saat akan dilaksanakan pengorbanan, Iblis tidak akan pernah diam untuk menggoda manusia agar manusia tidak melaksanakan perintah Allah swt. Maka ia pun mendatangi Ibrahim as seraya berkata, “Wahai Ibrahim !, mengapa engkau mau saja diperintah Allah untuk menyembelih puteramu? Bukankah dahulu engkau merindukan kelahirannya? Bukan kah Ismail itu anak baik? Mengapa setelah dia tumbuh dewasa engkau akan membunuh dan menyembelihnya?. Cobalah bernegoisasi kepada Tuhanmu, atau engkau tidak hiraukan perintah Tuhanmu, Atau..apakah engkau sudah tidak mencinta putramu lagi? !”
Dengan keimanan yang kuat, Ibrahim as melempar Iblis dengan batu seraya berkata, “Wahai Iblis, ketahuilah, bahwa Yang memberi aku keturunan adalah Tuhanku dan sekarang Tuhanku memintanya kembali, bagaimana aku tidak akan memenuhi permintaannya? Aku memang mencintai puteraku, tapi aku rela mengorbankan apa yang aku cintai demi Allah yang lebih aku cintai.”
Setelah Iblis gagal menggoda Ibrahim as, dia mendatangi Siti Hajar, seraya berkata, “Wahai Siti Hajar, mengapa engkau membiarkan suami menyembelih putera mu? Bukankah engkau susah payah saat perutmu hamil membawa Ismail? Bukankah engkau yang telah menyusui, mengurus dan mengasuhnya dulu? Bahkan engkau dan putramu sempat dibiarkan di tempat asing dan sepi? Kenapa engkau tidak mencegah saja rencana suamimu untuk menyembelih puteramu yang kau sayangi itu?”
Siti Hajar –dengan keimanan yang kuat – menolak ajakan Iblis, dia melempar iblis itu dengan batu krikil seraya berkata, “Wahai Iblis, jangankan puteraku yang akan menjadi korban. Kalau ini adalah perintah Allah Tuhanku, aku sendiri pun siap menjadi korban.”
Setelah Iblis gagal merayu ibrahim dan Siti Hajar, kini dia mendatangi putera mereka bernama Ismail as. Iblis menggodanya agar menolak rencana ayahnya,  Seraya berkata, “Wahai Ismail, engkau adalah anak pandai dan berbakat, engkau juga adalah pemuda yang mempunyai masa depan, mengapa engkau mau menerima ajakan ayahmu? Lebih baik engkau pergi menjauh dari daerah ini..”
Lagi-lagi dengan keimanan yang kuat, Ismail menolak ajakan Iblis sambil melontarinya dengan batu krikil, seraya berkata, “Pergilah engkau iblis, aku dahulu hadir ke dunia karena karunia dari Allah, Dialah yang menciptakanku. Dan kini aku diminta kembali kehadapanNya. Aku tidak akan menolak perintah ayahku dan Tuhanku...”
Proses pelontaran batu ini kemudian menjadi prosesi ibadah perlontaran jumroh oleh jamaah haji di Mina sebagai napak tilas sejarah langsung di TKP (Tempat Kejadian Perkara)

ALLAHU AKBAR...ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD
KAUM MUSLIMIN WAL MUSLIMAT RAHIMAKUMULLAH......
Demikianlah, betapa kuat keimanan dan kesabaran yang dimiliki oleh nabi Ibrahim as dan orang-orang bersamanya. Keluarga nabi Ibrahim as adalah potret keluarga yang sabar menghadapi segala cobaan dan ujian dari Tuhannya. Oleh sebab itu keluarga ini patut menjadi tauladan bagi kita semua. Sebagaimana firman Allah swt:
قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia(QS.Al-Mumtahanah: 4)

Dari kisah ketabahan dan keteguhan nabi Ibrahim as dan keluarganya ini, kita dapat mengambil beberapa pelajaran:
1.      Sesungguhnya, Iblis tidak mempunyai obesesi dan cita-cita apapun kecuali dalam pikirannya adalah berusaha semaksimal mungkin dan sekuat tenaga dan pikirannya, mengajak manusia sebanyak-banyaknya menjadi temannya di neraka nanti. Iblis tidak bercita-cita ingin jadi menteri atau presiden, jadi insinyur atau dokter. Cita-cita Iblis adalah manusia mengikuti langkahnya dan terjerumus dalam kenistaan dan kerugian.
2.      Karena isi otak Iblis dan kerjanya hanya ingin mencelakakan manusia, maka hendaknya kita harus proklamasikan dalam diri kita, bahwa syetan atau Iblis adalah musuh nyata dan utama kita. Oleh sebab itu, sedikitpun kita tidak boleh berkompromi dengan rayuan dan ajakan iblis. Kita harus lawan dia karena dia adalah musuh yang nyata. Oleh sebab itu, para jamaah haji di Mina melakukan ritual melontar jumroh sebagai simbol permusuhan abadi dengan syetan.
3.      Salah satu sifat Iblis, adalah tidak akan pernah menyerah mencari celah untuk menggagalkan manusia melaksanakan perintah Allah. Terutama di tengah-tengah keluarga. Banyak ayah sukses, tapi ibu gagal. Banyak orang tua sukses tetapi anak gagal. Karena itu, jika gagal menggoda ayah, Iblis akan berusaha masuk menggoda isteri, anak, paman, dan anggota keluarga lainnya.
4.      Kita harus menanamkan nilai-nilai keimanan yang kuat kepada keluarga kita. Jika keluarga sudah dibentengi dengan” tarbiyah islamiyah”, maka Syetan tidak akan dapat mencari celah menggoda dari anggota keluarga. Oleh sebab itu, keluarga kita harus mempunyai visi dan misi yang sama dalam mengarungi hidup ini, meskipun berbeda karakter dan profesi di antara anggota keluarga, namun jika visi misi kita sama yaitu mencapai kebahagian di surga serta melaksanakan konsekwensinya,dan hidup ikhlas (berserah diri ) pada Allah, maka kita akan terhindar dari godaan syetan. Firman Allah swt:
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ () إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمْ الْمُخْلَصِينَ
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis[ di antara mereka." (QS.Al-Hijr: 39-40)

Demikianlah khutbah ini kami sampaikan. Akhirnya kita berdoa, semoga Allah swt menerima segala amal kita, menerima ibadah qurban kita dan saudara-saudara kita, serta semoga keluarga kita diberikan kekuatan iman dan taqwa sehingga dapat tabah dalam menghadapi segala ujian dan cobaan seperti sabarnya keluarga Nabi Ibrahim as dan orang-orang yang bersamanya.
Semoga jamaah haji yang berangkat tahun ini pun diberikan kesehatan, kemudahan dan kelancaran. Semoga mereka pulang ke Tanah Air membawa haji yang mabrur, haji yang pahalanya adalah surga jannatun na’im. Amin Ya Robbal ‘Alamin..

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني واياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم, أقول فولي هذا وأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين من كل ذنب  فاستغفروه, انه هو الغفور الرحيم.


KHUTBAH  KEDUA



ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبر, ألله أكبركبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا, . أشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له ارغاما لمن جحد به وكفر, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله سيد الخلائق والبشر, اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد وسلم تسليما كثيرا
أما بعد, فيا أيها الناس اتقوا الله ولازموا الصلاة على خير خلقه عليه الصلاة والسلام, فقد أمركم الله بذلك ارشادا وتعليما فقال:
 ان الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين وعلى بقية الصحابة و التابعين وعلى تابعي التابعين ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين وعلينا برحمتك يا أرحم الراحمين, اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات, انك سميع قريب مجيب الدعوات, يا قاضي الحاجات, اللهم انصر من نصر الدين واخذل من خذل المسلمين, واجعل بلدتنا هذه و سائر بلدان المسلمين بلدةً طيبةً تجري أحكامك وسنة رسولك, يا حي يا قيوم , ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
عباد الله... إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ..فاذكروا الله العظيم يذكركم, وادعوه يستجب لكم . ولذكر الله أكبر



Rumpin Bogor, Kamis 4 Agustus 2016/ Akhir Syawal 1437 H
Atas permohonan guru kami: Ust. Sobari PP Daarul Rahman
Semoga bermanfaat.