![]() |
Para pimpinan pesantren bersama KH. Syukron Makmun |
![]() |
Para bu Nyai bersama KH. Syukron Makmun |
- DR. KH. Musyfiq Amrullah, lc. MA. Pengasuh Pesantren At-Tawazun, Subang
- KH. Alwan Surya, Pengasuh Pesantren Nurul Falah, Parung Panjang, Bogor
- KH. Anwar Wahdi, Pengasuh Pesantren Babus Salam, Comone Tangerang
- KH. Musthofa Mughni, Pengasuh Pesantren Daarul Mughni, Cileungsi Bogor
- KH. Faisal Ali Nurdin, Pengasuh Pesantren Nurul Ilmi, Bojonggede, Bogor
- KH. Ahmad Wildan S, Pengasuh Pesantren Al-Kamil, Doyong Tangerang
- KH. Muhammad Jamhuri, Pengasuh Pesantren Multazam, Rumpin Bogor
- KH. Abudl Wahid, Pengasuh Pesantren Al-Musyarrofah, Cianjur
- KH. Ahmad Al-Ghozali, Pengasuh Pesantren Al Ihya, KH. A, Ghozali
- KH. Jamaladdin F Hasyim Adnan, STAI Al-Aqidah, Jakarta
- KH. Mulyadi Mughni, Pengasuh Pesantren Baitun Nun, Bogor
- KH, M, Farid Ma'ruf, Pengasuh Pesantren Asy-Syarofah
- dan kyai lainnya seperti KH. Sumarja, KH. Dimyati dan lainnya
Dalam kesempatan tersebut Syaikhuna KH. Syukron Makmun memberi pesan-pesan spritual kepada para pimpinan pesentren, agar tidak lupa meningkatkan spritualitas diri, di antaranya selalu qiyamullail atau tahajjud dan sholat witir. "Seorang kyai itu jangan pernah putus setiap malam untuk selalu shalat tahajjud dan witir, kecuali dalam kondisi tertentu, seperti lelah sekali karena kesibukan yang padat sebelumnya, tapi usahakan sholat malamlah" Ujar KH. Syukron Makmun berulang-ulang disampaikan. "Saat malam itulah, doakan pesantren dan santri-santrinya." tambahnya. "Silakan tanya ke istri saya, kalau saya shalat bersama istri, pasti setelah shalat, saya doakan pesantren, santri-santri saya, bahkan alumni-alumni Daarul Rahman, semuanya saya doakan" Ujarnya meyakinkan.
"Lho?, saya dapat cerita bahkan bu Nyainya pesantren Tremas itu suka berpuasa hampir setiap hari. Ketika ditanya kenapa sampean puasa hampir setiap hari? Jawabnya, karena saya ingin mendoakan agar santri-santri yang belajar kepada suami saya menjadi manusia yang berguna untuk dunia dan akhirat "Tambah KH. Syukron bercerita
Kemudian beliau juga berpesan agar kyai atau pimpinan pesantren tidak meninggalkankan amalan shalat Dhuha setiap harinya, karena shalat ini akan memudahkan datangya rezeki.
Usai memberi pesan spritual, acara diisi dengan doa yang dipimpin langsung oleh beliau, yang kandungan isi doanya penuh dengan doa untuk santri-santri beliau, alumni-alumni dan orang-orang yang pernah memberikan andil bagi pesantren beliau khususnya Daarul Rahman