Jumat, 31 Mei 2024

Haji Adalah Training Mati Dengan Bekal "Two Key Words of Life"

H. Ahmad Multazam direktur PT. Malika serahkan bendera
Kebarangkatan Jamaah Haji Khusus PT. Malika Tour & Travel dtandai dengan acara Pelepasan Jamaah Haji di hotel Azana, Jakarta Barat, Ahad 24 Mei 2024. Hadir dan memberi sambutan Direktur PT. Malika Tour and Travel H. Ahmad Multazam, SE. Beliau juga menyerahkan amanah secara simbolis berupa bendera Malika kepada KH. Muhammad Jamhuri sebegai Amirul Haji Malika (Ketua Rombongan Jamaah Haji Malika 2024).

Sementara itu, KH. Muhammad Jamhuri sebelum keberangkatan memberi tausiyah singkat sebagai berikut:

KH. M. Jamhuri sebagai Amirul Hajj Malika memberi arahan
“Haji itu Training Mati, Menurut sebauah dikatakan bahwa jika seseorang mati atau meninggal dunia maka akan ikut  bersamanya tiga hal. Namun  dari tigal itu cuma ada dua hal akan kembali pulang, dan satu hal  saja yang akan ikut serta bersama sang mayit ke dalam kuburan. 

Dua hal yang mengantar mayit dan akan kembali adalah keluarga yang mengantar ke kuburan, dan harta (kendaraan) yang ikut mengantar para pelayat. Keduanya akan kembali lagi ke rumahnya. Sedangkan satu hal yang akan ikut bersama jenazah di dalam kuburan, ia adalah amal. 

Maka mirip dengan ibadah haji. Hari ini kita di antar oleh keluarga dan kendaraan kita di hotel Bandara ini, namun saat kita berangkat ke Tanah Suci, mereka semua akan kembali ke rumahnya masing-masing . Dan tinggal hanya jamaah haji dengan amalnya yang akan dilaporkan di Tanah Suci.”.  Demikian arahan Muhammad Jamhuri saat acara Pelepasan Jamaah Haji Malika thn 2024 di hotel Azana Style Life, dekat Bandara Soekarno Hatta, Jakarta Ahad 26 Mei 2024

Pada bagian lain, Muhammad Jamhuri menyampaikan bahwa Hidup itu hanya menghadapi dua hal:

  1. Pertama, kita menghadapi hal yang kita senangi dan inginkan.
  2. Kedua, kita menghadapi hal yang kita tidak senangi dan tidak diingankan

Cuma itu.

Dan dua kata kunci untuk menghadapinya pun hanya dua, yaitu SYUKUR dan SABAR

Kondisi pertama, kita hadapi dengan syukur, dan kondisi kedua kita hadapi dengan sabar. Sabda Nabi saw: “Aku heran mengapa semua urusan orang muslim itu selalu baik. Jika ia mendapat nikmat lalu bersyukur maka itu kebaikan baginya. Dan Jika dia mendapat hal yang tidak diinginkan (keburukan) lalu ia bersabar, maka itupun kebaikan baginya". (al hadist)

Dalam ibadah haji pun akan kita temukan dua hal itu, dan cara menyikapinya pun dengan dua hal juga, maka insya Allah haji kita menjadi haji mabrur.”

Demikian disampaikan saat acara Pelepasan Jamaah Haji PT. Malika Ahad 26 Mei 2024 lalu di hotel Azana Life Style Jakarta


Minggu, 19 Mei 2024

Aku Dan Almarhum Arif Besari

Arief Besari bin Prasetyo Tamat
wafat hari Jumat 16 Mei 2024 Pkl. 15.20 di usia 54 Tahun.
 
Usai shalat qiyamullail di malam Sabtu menjelang subuh, saya membuka beberapa pesan di WA, dan di salah  satu WAG saya membaca satu pesan yang membuat saya kaget "Innalillahi wa inna ilaihi rooji'un. Telah meninggal dunia Ust. Arif Besari Jam +- 15.20. Semoga Almarhum diterima di sisiNya dan keluarga yang ditinggal di beri kesabaran sudah . Lokasi menyusul".

Bagaimana tidak kaget? sehari sebelumnya beliau mengirim lampiran materi KKP UPA dengan pesannya, "Materi KKP ust" beserta gambar telunjuk yang yang menunjuk ke lampiran materi berupa hadist Riyadus Sholihin. Saya pun membalasnya "thoyib".

Rencana UPA (Unit Pembinaan  Anggota) yang berisi materi kajian hadist dari kitab Riyadussholihin itu, diamanahkan beliau kepada saya untuk disampaikan pada hari Sabtunya (18 Mei 2024), namun ternyata beliau telah dipanggil Allah sehari sebelumnya, Jumat 17 Mei 2024.

Kemudian waktu Ashar Jumat, saya mendapat berita bahwa almarhum akan disemayamkan di rumah ibunya di bilangan Ciputat setelah dibawa dari Rumah Sakit Sari Asih. Saya pun berangkat takziyah ke rumah duka di Ciputat setelah sebelumnya mengisi pengajian kitab Mukhtar Ahadist dan shalat Isya terlebih dahulu di Pesantren.

Saya sempat membina beliau di bilangan Cisauk beberapa tahun lalu, karena rumah beliau berada di kelurahan pagedangan. Namun dengan berjalannya waktu, beliau bersama saya ikut dalam suatu kajian, dan beliau termasuk peserta yang sangat aktif. Bahkan beliaulah yang sering mengingatkan dan menelpon saya secara japri jika 5 menit saja saya belum hadir di dalam kajian, baik secara online maupun offline.

Saya meyakini bahwa beliau wafat dalam kondisi husnul khotimah- insya Allah, Sebab, beliau wafat di hari Jumat, dan pada saat menjelang waktu Ashar akan tiba,  beliau sudah berada di Musholla/Masjid menunggu waktu Ashar tiba. Dalam CCTV musholla/masjid Al-Abror yang tidak jauh dari tempatnya bekerja di Yayasan Prasetya Karya/belakang Sekolah Bunayya Pasar Kamis Tangerang, nampak beliau sudah berada di masjid sebelum jamaah lain tiba dan beliau rebahan atau tiduran. Selang beberapa menit, beliau seperti tertidur, dan tidak lama kemudian datanglah seorang muadzin. Karena sudah masuk waktu ashar, sang muadzin langsung menuju mic masjid untuk melantunkan adzan. Usai melantunkan adzan sang muadzin lansung menuju amarhum yang nampak sedang tiduran, dan katika dibangunkan dengan menggerak-gerakkan tubuhnya, almarhum sudah tidak bergerak.  Dan saat itulah para jamaah lain mengerumungi almarhum untuk memastikan kondisi. Karena tidak bergerak juga, akhirnya almarhum dibawa ke rumah sakit Sari Asih untuk memastikan kondisi. Akan tetapi pihak Rumah Sakit pun berkesimpulan bahwa beliau sudah wafat.

Beliau wafat di hari Jumat, saat sedang menunggu waktu shalat Ashar, dan bahkan seakan memilih akhir hidupnya di tempat yang mulia di muka bumi, yaitu masjid/musholla). Orang mukmin yang wafat di hari Jumat mendapat keutamaan, seperti yang dijelaskan hadits Nabi riwayat Imam al-Tirmidzi:

 مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الجُمُعَةِ أوْ لَيْلَةَ الجُمُعَةِ إلّا وَقَاهُ الله تَعَالَى فِتْنَةَ القَبْر

"Tidaklah seorang Muslim di meninggal dunia di hari atau malam Jum'at, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur" (HR: Tirmidzi).

Ada pula hadist lain riwayat Humaid dari Ilyas bin Bukair yang menyatakan, Barangsiapa meninggal dunia di hari Jumat, ia dicatat mendapat pahala syahid dan selamat dari siksa kubur.

Sedangkan pahala orang yang menunggu shalat, maka seakan ia sedang shalat, Sabda Nabi saw:

لا يَزَالُ أَحَدُكُمْ في صَلاةٍ مَا دَامتِ الصَّلاَةُ تَحْبِسُهُ

“Seseorang di antara kamu tetap berada dalam keadaan shalat selama dia ditahan oleh shalat. (HR:Bukhori-Muslim)

Hadits ini menjelaskan kepada kita tentang keutamaan orang yang shalat kemudian tetap di masjid menunggu datangnya waktu shalat

Semoga Allah swt mengampuni segala kesalahannya, menerima iman, Islam dan amal sholehnya serta dicatat sebagai salah seorang syuhada. Aamiin.

Berikut detik-detik wafatnya almarhum Ust. Arif Besari di Musholla/masjid al-Abror