![]() |
Di belakang gambar makam Nabi saw |
Orang yg berhaji saja jika tujuannya duniawi ansich, maka
dia merugi (negatif), namun jika dikaitkan dengan akhirat, maka dunia di dapat,
dan akhirat pun di dapat.
Firman Allah swt:
Diantara manusia ada yang berdoa, Rabbana berikan kami di
dunia, tetapi tdk mendapat apa2 di akhirat, dan di antara mereka ada yang
berdoa, Robbana, berikan kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat. Dan
lindungi kami dai azab neraka. (al Baqarah: 201)
Seorang yg sekedar makan dan minum hanya mendapat hukum
mubah, namun makan-minun jika diniatkan untuk ibadah maka ia mendapat pahala
sunnah
Demikian juga dengan istilah ORDAL AKHIRAT, maka bisa
dipastikan akan berkonotasi positif.
Siapa yang dimaksud dengan ORDAL AKHIRAT? Tidak lain beliau
adalah baginda yang mulia: Rasulullah saw.
Beliaulah satu-satu manusia yang sudah dipastikan diberi hak
oleh Allah untuk memberi syafaat (pertolongan) di alhirat.
Nah bagaimana saat kita wafat dan dibangkitkan di akhirat
nanti beliau bisa kenal kita? Atau kita kenal beliau? Padahal jangankan di
akhirat yg luas dan belum pernah terbayangkan itu, di suatu daerah asing saja,
jika kita baru masuk ke daerah situ, sudah merasakan kebingungan?
Nah, salah satu caranya adalah kita mencintainya dengan
sepenuh hati. Caranya?
- Banyak menyebut nama beliau melalui sholawat kepadanya. Bagaimana kita disebut mencintainya? , sedangkan lidah kita kelu untuk bersholawat padanya. Seberapa Nabi akan mengenal kita tergantung sholawat yg kita lantunkan dan bacakan setiap harinya
- Senang menghidupkan sunnah-sunnah dan kebiasaan baik beliau dalam kehidupan sehari-hari kita. Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang menghidupkan sunnahku, berarti dia mencintaku. Dan siapa yang mencintaiku, maka dia akan bersamaku di surga
- Memperjuangkan risalah dan ajaran yang dibawanya, baik dengan harta, ilmu, pikiran, tenaga, ide bahkan nyawa, sesuai kemampuan kita
- Mencintai keluarga beliau (ahlul bait) dan para sahabat-sahabatnya, termasuk 10 sahabat yang dijamin masuk surga.
- Senantiasa berwudhu dan melaksanakan shalat fardhu lima waktu dan sunnah
Dalam sebuah hadist, Sahabat pernah bertanya, “Jika di hari
kiamat nanti, bagaimana Engkau mengenal umatmu yang sholeh?. Rasulullah saw
menjawab, “jika di tengah kerumunan kuda-kuda hitam terdapat kuda putih,
bukankah kuda putih itu akan tercirikan?
(Makkah, 6 Juni 2024)