Rabu, 12 Desember 2018

Mana Imam Yang Lebih Afdol?

Mana Imam Yang Lebih Afdol?


Usai pengajian fiqih tentang bab shalat jamaah, seorang jamaah bertanya, "Pak ustadz, mana yang lebih utama, imam yang sholeh tetapi bacaan qurannya jelek, dengan imam yamg tidak sholeh tetapi bacaannya bagus?".  Tanya seorang jamaah pengajian. 

"Yang afdol adalah imam yang sholeh dan bagus pula bacaannya." Jawab ustadz diplomatis. 

"Yaah... kalau itu sih nggak perlu saya tanya pak ustad. Ini masalahnya, bagamama jika cuma dua tipe imam seperti itu saja? Imam yang sholeh namun jelek bacaaan quran-nya dan imam yang tidak sholeh tapi bagus bacaan qurannya?". Sanggah penanya. 

“Kalau begitu, kalau tidak ada pilihan lain, maka imam yang afdol atau utama adalah imam yang tidak sholeh tetapi bagus bacaan quraannya" Ustadz  menjawab

"Kok begitu pak ustadz?" Jamaah penasaran.

 "Kalau imam bacaanya bagus, maka shalatnya sah, makmumpun sah shalatnya dan merasa tenang dan nyaman. Adapun ketidak sholehan-nya itu adalah urusan pribadi dia. Akan tetapi jika imam buruk bacaannya, apalagi bacaan al-fatihahnya tidak benar maka yang tidak sah bukan cuma imam saja, tetapi makmum pun kena dampaknya. Belum lagi kegaduhan yang akan timbul seusai shalat. Para makmum pasti pada ribut. Bahkan boleh jadi di tengah-tengah shalat ada makmum yang mufaroqh (memisahkan diri dari imam) karena merasa tidak sah dan tidak nyaman dengan bacaan Imam. Adapun kemudian  jika ia seorang yang shaleh maka kesalehannya buat pribadi dia doang. Seperti seorang pemimpin saja, walaupun dia dikata orang baik, tapi buruk memimpinnya, maka dampaknya akan mengenai rakyatnya, rakyat tambah sengsara, makmum pada kacau dan gaduh." Jawab Ustadz.

 “Akan tetapi jika pandai memimpinnya, bagus manajerialnya, maka sekalipun mungkin dia punya kesalahan, tetapi rakyat dipimpinnya tenang, karena merasakan kesejahteraan akibat dipimpin oleh orang yang dapat menenangkan hati makmumnya. Adapun kesalahan pribadi yang pernah dilakukannya, maka ia akan kembali dosanya kepada dirinya sendiri". Tambah ustadz.

“Ah, pak ustadz bisa saja” Kata Jama’ah

“Memangnya kenapa?” Tanya ustadz. “Ah ..nggak,,”Jawab jamaah sambil senyum.

Tidak ada komentar: