![]() |
| Fadly Robbi/Obi (ke 2 dari kiri) dan Saya (tengah) |
Ditulis Oleh: Muhammad Jamhuri
Ini kisah aneh namun benar-benar nyata. Saya mendapatkan kisah ini dari putera al-marhum KH. Acep Abdul Syakur yang telah wafat 20 tahun lalu atau pada tahun 2006, namun kejadiannya terjadi tahun 2010 atau 16 tahun lalu.
Adalah Fadly Robbi atau yang dipangggil akrab Obi ini menuturkan kisahnya kepada saya saat di Madinah. Obi atau Fadly Robbi adalah putra almarhum KH. Abdul Syakur pendiri Yayasan Pendidikan Islam Asy-Syukriyah di Cipondoh Tangerang..
![]() |
| Oby & jamaah haji saat berkunung di hotel Maden Madinah |
Hari itu (kamis 7/5/2026 ) beliau Obi dan kakaknya bernama Mukhlisoh (Icoh) dan suami kakaknya bernama Evan Hamzah yang sedang di Madinah dalam rangka melaksanakan ibadah haji mampir ke hotel tempat saya tinggal di Madinah yang juga sedang berhaji di tahun yang sama (2026). Di restoran hotel itulah beliau (Obi) bercerita kepada saya.
Begini ceritanya: Saat itu, di tahun 2010 Obi menjadi mahasiswa baru di Universitas Islam Madinah (UIM). Karena masih menjadi mahasiswa baru, dia mengaku belum banyak kenal dengan mahasiswa seniornya, bahkan sesama mahasiswa seangkatannya pun belum banyak mengenal karena ada dua gelombang kedatangan mahasiswa baru yang terpisah waktu kedatngannya, maklum, mahasiwa Indonesia yang studi di UIM itu lumayan banyak.
Suatu hari, ada salah satu mahasiswa seniornya bernama Baedowi yang sedang mengambil program S2 (master) di UIM mendapat tugas dari kampus UIM sebagai tenaga penyuluh dan dakwah bagi jamaah haji asal Indonesia, beliau bertugas memberi penerangan kepada jamaah haji asal Indonesia yang sedang ziarah (city tour) di Mesjid Quba, Madinah. Tiba-tiba dia dihampiri oleh jamaah haji Indonesia dan ditanya, "Antum mahasiswa di UIM ya". Baedowi pun menjawab, "Iya benar". Lalu jamaah haji Indonesia itu berkata, "Oo, putra saya juga sedang kuliah di sana, namanya Fadhly Robbi, nama panggilannya Obi asal Tangerang Banten> Kalau bertemu dia salamin ya?" Baedowi pun menjawab, "Insya Allah..pak.."
Sepulang dari Mesjid Quba dan kembali ke kampus UIM, Baedowi pun ingat akan amanah dari jamaah haji asal Indonesia saat di Masjid Quba itu, yang menurutnya harus disampaikan kepada Fadly Robbi atau Obi. Karena Obi mahasiswa baru yang belum dikenalnya, akhirnya Baedowi ingat daerah asal yang disebutkan jamaah haji tersebut, yaitu Tangerang- Banten. Maka ia pun mencai mahasiswa yang berasal dari Banten, maka ingat salah satu mahasiswa yang berasal dari Banten bernama Amin Mujahid. Setelah itu Baedowi pun bertanya kepada Amin Mujahid, "Apakah Antum mahasiwa berasal dari Tangerang atau Banten?". Amin pun menjawab, "iya". "Adakah mahasiwa yang berasal dari Tangernag Bamten bernama Fadly Robbu?". Karena dari asal daerah yang sama, Amin Mujahid pun menjawab, "ya saya mengenalnya, dia mahasiwa baru." Lalu Baedowi meminta Amin Mujahid untuk mengantar Baedowi menemui Fadly Robby, "Saya ada amanah yang harus saya sampaikan langsung pada Fadly Robby". Katanya serius.
Dengan sedang hati Amin pun mengantarkan kakak seniornya itu menemui Fadly Robbi (Obi). Setelah saling bertemu dan berkenalan, Baedowi pun menyampaikan amanahnya kepada Obi, "Kemarin, saat ana bertugas menyampaikan penyuluhan (tau'iyyah) kepada jamaah haji asad Indonesia sekitar Mesjid Quba, ada seorang jamaah menitipkan salam buat Antum, kata dia, salam ya buat putra ana yang sedang kuliah di UIM juga, namanya Fadly Robbi, asal dari Tangerang Banten." Mendengar penuturan Baedowi, Obi pun terheran, "Ana adalah anak orang itu?. Orang itu berkata salam buat putranya yang sedang kuliah di UIM..?" Baedowi berkata: "iya, makanya ana sampaikan langsung amanah ini kepada Antum". Obi pun tidak percaya seraya berkata, "Ayah ana sudah meninggal empat tahu lalu alias tahun 2006 !!"Lha sekarang sudah tahun 2010?. Tapi Baedowi menyampaikan isi amanah apa adanya. Lalu Obi pun penassaran hingga menanyakan ciri-ciri fisik sosok yang datang di mesjid Quba itu kepada Baedowi saat bertemu sosok yang mengaku ayahnya itu. Kemudian Baedowi menyampaikan ciri-ciri fisik yang sempat dia lihat saat bertemu dengan "orang asing" itu. Obi pun merasa ciri-ciri yang disebutkan Baedowi sama dengan ciri-ciri sosok ayahnya, termasuk saat Beedowi ditanya tentang ciri gaya bicara dan bahasanya pun mirip dengan ayah Obi.
Obi pun masih penasaran, lalu ia mengambil foto almarhum ayahnya yang ia bawa ke Medinah saat keberangkatannya dari Indonesia ke Arab Saudi. Begitu Obi perlihatkan foto bergambar ayahnya kepada Baedowi, Baedowi pun tambah yakin bahwa orang yang datang di Quba itu sama mirip dengan gambar dalam foto itu. "Iya ini orangnya yang datang ke saya saat di Quba dan menitip salam buat putranya di UIM yang ternyata adalah Antum sendiri". (cerita pun selesai)
Lalu Obi berkata kepada saya (penulis cerita): "Oleh karena itu ustadz..(memanggil saya ustazd), ana jadi berteman sangat akrab dengan Amin Abdullah, berkat perantara kejadian tersebut. Amin Abdullah kini sedang melanjutkan kuliah di program S3 (doktoral). Dan saat ana menelpon dia di Madinah ini, langsung dia menjemput ana dan keluarga serta teman yang berhaji saat ini, gmenajak ana jalan-jalan keliling Madinah. Dan saat kami mengobrol di dalam mobilnya , kami masih mengenang ngobrolin awal berkenalan dan menjadi kawan akrab hingga sekarang.
Catatan:
- Peristiwa Obi, Baedowi dan Amin terjadi tahun 2010
- Wafatnya KH, Abdul Syakur (ayah Obi) terjadi tahun 2006
- Obi tamat dari UIM sampai S1 kini mengelola yayasan Asyukriyah
- Amin Abdullah kini melanjutkan studinya di program S3 di UIM
- Baedowi selesai S3 dan kini sudah berkarir di Indonesia

.jpeg)