Jumat, 06 November 2026

Catatan Perjalanan ke Mesir dan Arab Saudi

 Keterangan: Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan catatan perjalanan sebelumnya, dengan tema : Catatan Perjalanan Ke Mesir Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2026

H. Berkunjung ke kantor Grand Mufti Mesir

Waka MUI dan Mufti Mesir
Pada tanggal Nopember 2026 Rombongan MUI berkunjung ke Kantor Daarul Ifta yang dipimpin Prof. Dr. Nazir Muhammad Ayyad, Grand Mufti Republik sekaligus Kepala Sekretariat Umum Otoritas Fatwa Sedunia. Beliau menerima delegasi dari Majelis Ulama Indonesia yang dipimpin oleh Dr. Chalil Nafis Hasanuddin, Wakil Ketua MUI. 

Pertemuan ini berfokus pada upaya peningkatan kerja sama dan
Pertemuan dengan Mufti Mesir
pertukaran keahlian di bidang fatwa, penelitian ilmiah, serta pelatihan. Diskusi juga mencakup pemanfaatan pengalaman Mesir dalam mengembangkan layanan fatwa, serta penggunaan teknologi modern
dan kecerdasan buatan untuk mendukung urusan keagamaan.


I. Berkunjung ke Kantor Grand Syaikhul Azhar

Foto Bersama di Kantor Grand Syaikh
Masih di hari yang sama, romobongan MUI berkujung ke kantor grand Syaikh al-Azhar (Masiyikhoh al-Azhar al Syarif) dan diterima oleh wakil grand syeikh al-Azhar ; Syekh Ayman Abdel-Ghani, beliau menyampaikan bahwa Al-Azhar Al-Sharif, di bawah kepemimpinan Imam Besar Prof. Dr. Ahmed Al-Tayeb, berperan sebagai mercusuar moderasi dan keseimbangan (tawazun). Beliau menyoroti ikatan sejarah yang mendalam antara Al-Azhar dan Indonesia—hubungan yang telah terjalin selama berabad-abad, sejak masa ketika "Riwaq Jawa" (asrama khusus mahasiswa asal Jawa/Nusantara) di Al-Azhar menyambut para pelajar Indonesia untuk mendalami ilmu-ilmu keislaman dan bahasa Arab—sebuah bukti nyata akan langgengnya hubungan ini dari generasi ke generasi.


J. Berkunjung ke Kementrian Wakaf Mesir

Foto Bersama di Kementerian Wakaf
Hari Ahad 1 Nopember 2026, sebelum bertolak menuju Madinah, rombongan kami berkunjung ke kantor Kementerian Wakaf Mesir (seoerti kemenag) di daerah New Cairo City (seperti kota IKN di Indonesia). Dalam kesempatan itu, Menteri Wakaf Mesir Prof Dr. Usamah Azhari, melalui jajarannya, menyambut kami dengan hangatnya. Bahkan telah disiapkan  tempat duduk pernama perkursi. 

Berpamitan sebelum meninggalkan Mesir
Dalam pertemuan antara Menteri Wakaf Mesir dan rombongan MUI yang dipimpin oleh KH Cholil Nafis (wakil ketua MUI) bersepakat akan mempererat hubungan kerja sama yang lebih erat dalam hal menampilkan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin, wasatiyah (moderat) serta dapat menjawab tantangan zaman.

Acara ditutup dengan saling memberikan cebdramata dan sholat Zhuhur berjamaah di Mesjid baru dan besar yang berada di komplek Kementerian Wakaf di New Cairo City


K. Berkunjung ke Universitas Islam Madinah (UIM)

Rektor UIM dan MUI
Dari Mesir, kami bertolak ke kota Nabi saw Madinah Munawwaroh, kami tiba malam hari. Esoknya, setelah ziarah Nabi dan ke Raudah, kami mengunjungi Universitas Islam Madinah. Sama dengan saat  di Kementerian Wakaf Mesir, di Universitas Islam Madinah (UIM) pun, kami disambut dengan hangat oleh Rektor UIM Dr. Saleh bin Ali Al-Aqla dan para dekan serta jajarannya. Dalam kesempatan rektor UIM menyebut hubungan Arab Saudi-Indonesia sudah terjalin erat. Dan banyak alumni-alumni UIM  dari Indonesia yang telah menjadi tokoh dan mengamalkan ilmunya.

KH.Muhammad.Jamhuri  PTEI Multazam
Usai pertemuan yang diadakan di ruang Majlis Jami'ah UIM itu, pihak UIM memberi jamuan makan siang yang mewah. Setelah itu, ada beberapa wawancara testimoni tentang tujuan kedatangan serta kesan berkunjung ke Madinah dan UIM. Kunjungan kami diakhiri dengan tour berkeliling inside kampus UIM yang luas itu

L. Berkunjung ke Kantor Masjid Nabawi Madinah


Bersama Imam Masjid Nabawi
Hari itu juga (Selasa 3/11/2026), tepatnya sore bakda sholat Ashar, kami berkunjung ke Kantor Kecil Masjid Nabawi yang terlatak dengan Bab Jibril dan Bab Nisa lantai 2 Masjid Nabawi. Kedatangan kami disambut dengan sangat sederahana dengan suasana lesehan seperti layaknya pengajian dalam masjid. Dalam kesempatan itu Imam Masjid Nabawi menceritakan tentang program dan aktifitas Masjid Nabawi terutama dalam memberi pelayanan kepada umat Islam yang bernjung untuk umroh dan haji, mulai dari kenyamanan, layanan fatwa, kajian hingga layanan kebersihan dan kecukupan fasilitas air zamzam secara gratis. Di akhir pertemuan, Imam Masjid Nabawi memberi kami hadiah  berupa parfum (minyak wangi) dan buku Tafsir seperempat akhir al-Quran yang dimulai dari surat Yasin dengan terjemahan berbahsa Indonesia.


M. Kegiatan Lainnya

Ibadah umroh di Makkah
Rencananya, kami akan berkunjung ke Universitas Ummul Quro Makkah, namun karena perubahan agenda akibat keberadaan kami di Makkah pada hari Jumat dan Sabtu, kami membatalkan kunjungan tersebut. Sebab hari Jumát dan Sabtu adalah hari libur yang berlaku di Arab Saudi. Selama diTanah Suci Makkah waktu digunakan untuk ibadah umroh dan ibadah lainnya.

Menjelang keberangkatan ke Airport untuk kembali ke Tanah Air,  rombongan akan melaksanakan thowaf wada', dilanjutkan perjalanan ke Jeddah dan Airport.

Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan kebaikan bagi umat Islam.



Senin, 02 November 2026

Aku dan Syaikhuna Prof. KH. Syukron Makmun

foto saat hadiri hari milad beliau ke 82
Untuk menceritakan kisah tokoh besar seperti Syaikhuna KH. Syukron Makmun, tentu tidak cukup hanya dalam tulisan singkat ini. Selain usia beliau yang begitu panjang menurut kebanyakan orang yang sezamannya, Kehidupan beliau juga dipenuhi dengan kegiatan yang begitu padat setiap hari dan jamnya, bahkan menitnya, serta luas nya pergaulan beliau, baik pergaulannya bersama kalangan pejabat, ulama, tokoh, apalagi bersama kaum santri, bahkan dengan anak-anak yang usianya terpaut jauh dengan beliau.

Dalam tulisan ini, saya hanya membatasi hubungan saya dengan beliau rahimahullah, sekilas yang saya ingat. Bismillah..

Terus terang, saya berasal dari keluarga yang hidup dalam kondisi yang sederhana, tidak banyak mengenal tokoh-tokoh besar seperti beliau. Bahkan mengenal kata 'pesantren' pun hampir tidak pernah. Hingga suatu hari saya diperintah ibu saya untuk mengaji kepada seorang ustadz bernama Ust. Jayadi yang tinggal di depan rumah kami. Usia saya saat itu kisaran 11 tahun dan duduk di kelas 5 SD. "Wi..(panggilan kecil saya: Uwi)..sana kamu ngaji ke ustadz Jayadi, biar kalau Emak meninggal nanti, bisa didoakan kamu.." Begitu pesan sederhana ibu saya. Memang selama ini, sejak usia 6 tahun hingga 1 tahun saya ngaji kepada ibu saya, dengan materi membaca huruf hijaiyah hingga selesai baca (bukan hafal)  juz 'amma. Nah, mungkin selain niatan di atas, ibu saya juga berniat agar ilmu mengaji saya ditingkatkan melalui  melalui ngaji dengan ustdaz yang bertetangga tadi.

Foto saat  hadiri dan resmikan gedung RQM (Rumah
Quran Multazam) di Pesantren TEI Multazam - Rumpin
Setelah saya mengaji sekian lamanya kepada Ustadz Jayadi rahimahullah itu, dan saya masuk di usia kelas 6 SD, suatu hari saya melihat kalender yang terpampang di tembok rumah guru "privat" saya itu. Kalender itu ternyata kalender yang berasal dari Pondok Pesantren Daarul Rahman. Sesekali sebelum guru mengajar, saya diam-diam buka lembaran kalender itu, disana ada foto KH. Syukron Makmun (untuk pertama kalinya saya melihat wajah KH Syuron Makmun via foto kaelnder itu) serta foto-foto kegiatan pesantren Daarul Rahman yang beraneka ragam. Saya pun tertarik dengan isi kalender itu. Lalu saya pun memberanikan diri bertanya-tanya tentang pesantren itu. Sang ustadz pun menjelaskan, bahwa dia mempunyai keponakan yang sedang mondok di pesantren itu. Singkatnya saya telusuri hingga takdir mengantar saya masuk pesantren itu. Kisah tentang mulai masuknya saya ke Daarul Rahman melalui kelender itu, saya tulis dalam tulisan saya "Kalender Itu Telah Memberi Saya Hidayah, Aku Masuk Pesantren" 

Alhamdulillah, dengan taufik dari Allah, saya dapat menuntut dan mengamalkan ilmu di Pondok Pesantren Daarul Rahman selama 10 tahun, terdiri dari masa belajar selama 6 tahun, dan mengabdi menjadi guru selama 4 tahun (antara tahun 1985 sampai 1995).

Foto bersama keluarga besar Yayasan Bani HWK
(Haji Waisul Kurni) di kediaman rumah beliau
Saya banyak menyimak setiap apa yang disampaikan Hadrotus Syaikh KH Syukron Makmun melalui ceramah, pengajian umum, mengajar di kelas, sambutan di setiap event, yang membekas dalam jiwa saya. Dan itu menjadi bekal hidup di masa-masa hidup saya. Beliau bukan hanya guru ilmu, namun juga guru spritual yang nasehat-nasehatnya sangat membekas pada setiap santri dan jamaah yang mendengarnya. Kata-kata hikmah serta bekal hidup beliau itu sering saya catat dalam buku diary saya, lalu saya kumpulkan dalam tulisan saya di "Kata-kata Mutiara dan Nasehat Hadrotus Syaikh KH Syukron Makmun"

Saya juga mendapat optimisme dalam mewujudkan cita-cita saya melanjutkan studi di Tanah Suci dari beliau. Saat itu beliau memanggil saya ke kantor sekolah bertanya kepada saya, "Kamu mau tidak belajar di Makkah kepada Sayid Muhammad Alwi al-Maliki? tapi belajar disitu bisa puluhan tahun lamanya, lulusnya sesuai keinginan Sayid.., bisa 10 tahun, bisa 20 tahun,,?". Saya menjawab, "Insya Allah siap kyai." Qodarullah, setelah itu saya tidak dapat berita lagi (mungkin karena beliau sibuk), saya pun tidak mempertanyakan kembali proses itu, namun alhamdulilllah 4 tahun setelah dipanggil Kyai itu, saya ditakdirkan Allah dapat melanjutkan studi di Universitas Ummul Quro Makkah. Dan selama di Makkah saya dapat sempat  hadir di majlis Sayid Muhammad Alwi al-Maliki di daerah Rushoifah, Makkah al-Mukarramah. Kisah saya ditawari "mondok" di majlis Sayid Muhammad Alwi Maliki di Makkah tersebut, saya tulis di "Saya dan Sayid Muhammad Alwi al-Maliki"

Interaksi saya dengan Hadrotus Syaikh KH. Syukron Makmun terus berlanjut saat saya diminta mengabdi menjadi guru di Daarul Rahman, apalagi saat itu saya juga sambil kuliah di IID (Instutut Islam Daarul Rahman) yang baru beliau dirikan saat itu, dan saya menjadi mahasiswa angkatan pertama IID itu. Interaksi dengan beliau terus berlanjut, terutama kami dan kawan-kawan alumi Daarul Rahman mendirikan sebuah forum pimpinan  pesantren yang terdiri para alumni Daarul Rahman yang melanjutkan dan mengimplentasikan cita-cita  beliau dalam sebuah ceramahnya "Pribahasa yang mengatakan "Mati Satu, Tumbuh Seribu, itu harus diubah menjadi 'Sebelum Mati, Sudah Tumbuh '. Forum itu bernama FORMADA (Forum Kerja Sama Pesantren Alumni Daarul Rahman). Melalu forum itulah Hadrous Syaikh banyak memberikan bekalan lebih kepada kami, selain itu  kami pun sering mengundang beliau, atau kami datang kepada beliau jika ada program atau rencana kegiatan di Forum itu.

Sekali lagi, tulisan singkat ini tidak cukup untuk menampung segala kenangan, kebaikan dan wawasan ilmu Hadrotus Syaikh KH. Syukron Makmun. Namun semoga catatan ini melengkapi apa yang telah ditulis oleh para almuni dan pengamat. 

Ghofarallah lahu wa rohimahu rohmatan waasi'ah, wa askanahu faisiha jannatih. Robbi fan fa'na bi barkati ulumihim wahdina bi hurmatihim

Wallahu a'lam bishsshowab.


Ditulis di Cairo Mesir, pada Senin 1 Nopember 2026 saat mengikuti kegiatan program Pengembangan Wawasan Da'i Internasional (PWDI) yang diadakan oleh Komisi Dakwah MUI tgl 28 Oktober-8 Nopember 2026

Minggu, 01 November 2026

Catatan Perjalanan Ke Mesir Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2026

Cairo - Berikut catatan perjalanan kami ke Mesir bersama rombongan MUI dalam program Pengembangan Wawasan Da'i Internasional (PWDI) yang berlangsung 28 Oktober - 8 Nopember 2026

A. MENDARAT DI BUMI KINANAH DISAMBUT ALUMNI PESANTREN TEI MULTAZAM DI AIRPORT CAIRO

Alhamdulillah setelah melakukan penerbangan dari Jakarta ke Cairo selama 11 jam, akhirnya tiba di
Airport Cairo Mesir. (28 Oktober 2026)
Kedatangan Kami disambut anak-anak kami para Alumni Pesantren Multazam yg sedang kuliah di Universitas Al-Azhar Cairo. Semoga kami dan mereka sukses dunia akhirat. Aamin

B. KEGIATAN PWDI MUI DIBUKA DI KEDUBES INDONESIA CAIRO

Sore Hari pertama kegiatan PWDI MUI dibuka di Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Cairo, dihadiri para pejabat kedubes serta diisi materi tentang kondisi geopolitik di Timur Tengah


C. DI UNIVERSITAS AL-AZHAR CAIRO
Kami Rombongan Peserta “Pengembangan Wawasan Da’i Internasional MUI” PWDI MUI diterima oleh Ketua Akademi Al-Azhar Internasional Syaikh Hasan Sholah al-Shogiri di ruang pertemuan yang sekaligus akan melantik para calon Dai dan Mufti dari beberapa negara yang telah mengikuti
dauroh (pelatihan) di akademik itu.
Beliau menekankan pentingnya menampilkan Islam dengan wajah citra yang baik di tengah masyarakat.
“DIplomasi keagamaan” itulah diantara misi MUI memgadakan kegiatan PWDI ini. Al Azhar dikenal sebagai pusat keilmuan Islam di dunia. Meskipun ia tetap mempertahankan tradisi keilmuan masa lalu, Al-Azhar mampu menjawab perkembangan zaman yang begitu cepat.

D. DI PYRAMIDA GIZA MESIR
Cairo, 31 Oktober 2026
Konon Firaun yang sombong menantang Tuhan nabi Musa dengan membangun gedung tinggi agar dapat melihat Tuhan Musa dan menantangnya. Tapi pada akhirnya tujuan itu tidak berhasil dan Pyramida yang dibangunnya menjadi temple (kuil) tempat ibadah yg di dalamnya terdapat jenazah para raja Fara’o (Firaun) yang dianggap Tuhan.
Bukan hanya Pyramida yang kini lestari, tapi juga jenazah Firaun (Ramses Ii) pun Allah lestarikan sebagai ibroh (pelajaran) utk generasi setelahnya, pelajaran yang dapat kita petik adalah bahwa
  • Sekuat apapun raja, tetap ada ajalnya (masa expire nya)
  • Membangun inprastruktur sehebat apapun bukan nilai sebuah kemajuan dan keberhasilan jika dilakukan dengan kezaliman
  • Mengaku sebagai penguasa apalagi sebagai Tuhan satu-satunya adalah kerendahan itu sendiri
E. PERTEMUAN DENGAN PARA ALUMNI PESANTREN TEI MULTAZAM DI CAIRO

Sudah sekitar 10 alumni Pesantren TEI Multazam saat ini yang berada di Cairo Mesir sedang kuliah di Universitaas Al-Azhar Cairo.
Mengetahui saya dan istri sedang di Cairo mereka minta waktu untuk bertemu dan melepas rindu.
Setelah cari-cari waktu dari jadwal itenerary tour, maka disepakatilah hari Jumat 31 Oktober 2026 bakda Ashar. Pertemuan pun dilakukan di rumah makan Indonesia di Cairo. Dengan menu nasi liwet, pepes ayam, bakso cuangki serta bakso Unta, kami mengobrol sambil berbagi cerita, sekaligus disisipi nasehat-nasehat.
Salah satu alumnus bernama Putri Andini memberi karya buku perdananya kepada saya tentang Pengembangan Diri, dia kuliah di al-Azhar semester 5 dan ikut kuliah online dengan perguruan ringgi yang berpusat di Kanada dengan menggunakan bahasa inggris, jurusan Psikologi.
Semoga semua alumni Pesantren TEI Multazam sukses dunia akhirat . Aamiin

F. BERZIARAH KE MAKAM IMAM HUSEIN, IMAM SYAFI’I, IMAM ZAKARIA AL-ASHORI DAN SAYIDAH NAFISAH

Di Cairo, kami berziarah kepada mereka. yaitu:
1. Imam Husein adalah cucu Nabi saw
2. Imam Sayfii pembangun mazhab Syafii dalam fiqih
3. Imam Zakaria al-Anahori ulama Syafiiyah
4. Sayidah Nafisah guru Imam Syafii, dan dzurriyah Rasulullah saw
ada satu doa yang saya lantunkan (setelah memberi salam dan mendoakan ahli kubur):
اللهمّ علِّمْ اوْلادي وذُرّيّتي وطُلَّابي و طالِباتي مِنْ لَدًنْك علْمًا كما علّمْتَ الامام الشافعي والامام زكريا الانصاري و كما علمْتَ السيدة نفيسة من لدنك علمًا. آمين
Ya Allah, ajarkanlah anak-anak dan murid-murid kami dari sisi-Mu ilmu, sebagaimana Engkau ajarkan Imam Syafii, Imam Zakaria al Anshori dan Sayidah Nafisah ilmu dari sisi-Mu. Aamin

G. BERKUNJUNG DAN BERZIARAH DI ISKANDARIYAH
Sabtu 31 Oktober 2026 kami berkunjung ke majlis Maulana Muhammad A’la Musthofa "Mimbar al-Siroj" di daerah Iskandariyah (Alexandaria), beliau adalah murid dari Syaikh Abdul Baits al-Kattani yang hafal kitab Shahih al Bukhori. Kami mendapat doa dan ijazah dari beliau, terutama ijazah hadis almusalsal bil awwaliyah dan al musalsal bil mahabbah.
Orangnya ramah dan murah senyum, menjemput kami sejak turun dari kendaraan hingga kembali naik kemdaraan yang jaraknya antara tempat berhenti bis dan rumahnya sekitar 300 m, padahal jika beliau perintahkan santrinya untuk menjemput kedatangan kami maka mereka pasti
akan siap diperintah, tapi beliau sendiri yang menjput dan mengantar kami. Bahkan kami disuguhi makan siang dan diberi kitab-kitab karya beliau.
Usai berkunjung, kami berziarah ke makam Abul Abbas al Mursi dan muridnya Imam Busyiri penulis Shalawat Burdah yang masyhur dibaca di Indonesia. Semuanya (makam mereka) ada di kawasan al-Islkandariyah (Alexandaria), wilayah yang berada di tepi laut Mediterian.

Sholawat Burdah yang terkenal itu antara lain berbunyi:
مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَآئِــمًا أَبَـدًا ۞ عَلَى حَبِيْبِـكَ خَيْــرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ
Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu rahmat takzim dan keselamatan atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

(to be continued..)