Minggu, 10 Mei 2026

Kisah Aneh Tapi Nyata dari Masjid Quba, Madinah

Fadly Robbi/Obi (ke 2 dari kiri) dan Saya (tengah)

Ditulis Oleh: Muhammad Jamhuri

Ini kisah aneh namun benar-benar nyata. Saya mendapatkan kisah  ini dari putera al-marhum KH. Acep Abdul Syakur yang telah wafat  20 tahun lalu atau pada tahun 2006, namun kejadiannya terjadi tahun 2010 atau 16 tahun lalu.

Adalah Fadly Robbi atau yang dipangggil akrab Obi ini menuturkan kisahnya kepada saya saat di Madinah. Obi atau Fadly Robbi adalah putra almarhum KH. Abdul Syakur pendiri Yayasan Pendidikan Islam Asy-Syukriyah di Cipondoh Tangerang.. 

Oby & jamaah haji saat berkunung di hotel Maden Madinah

Hari itu (kamis 7/5/2026 ) beliau Obi dan kakaknya bernama Mukhlisoh (Icoh) dan suami kakaknya bernama Evan  Hamzah yang sedang di Madinah dalam rangka melaksanakan ibadah haji mampir ke hotel tempat saya tinggal di Madinah yang juga sedang berhaji di tahun yang sama  (2026). Di restoran hotel itulah beliau (Obi) bercerita kepada saya.

Begini ceritanya:  Saat itu, di tahun 2010 Obi menjadi mahasiswa baru di Universitas Islam Madinah (UIM). Karena masih menjadi mahasiswa baru, dia mengaku belum banyak kenal dengan mahasiswa  seniornya, bahkan sesama mahasiswa seangkatannya pun belum banyak mengenal karena ada dua gelombang kedatangan mahasiswa baru yang terpisah waktu kedatngannya, maklum, mahasiwa Indonesia yang studi di UIM itu lumayan banyak.

Suatu hari, ada salah satu mahasiswa seniornya bernama Baedowi yang sedang mengambil program S2 (master) di UIM mendapat tugas dari kampus UIM sebagai tenaga penyuluh dan dakwah bagi jamaah haji asal Indonesia, beliau bertugas memberi penerangan kepada jamaah haji asal Indonesia yang sedang ziarah (city tour) di Mesjid Quba, Madinah. Tiba-tiba dia dihampiri oleh jamaah haji Indonesia dan ditanya, "Antum mahasiswa di UIM ya". Baedowi pun menjawab, "Iya benar". Lalu jamaah haji Indonesia itu berkata, "Oo, putra saya juga sedang kuliah di sana, namanya Fadhly Robbi, nama panggilannya Obi asal Tangerang Banten> Kalau bertemu dia salamin ya?" Baedowi pun menjawab, "Insya Allah..pak.."

Sepulang dari Mesjid Quba dan kembali ke kampus UIM, Baedowi pun ingat akan amanah  dari jamaah haji asal Indonesia saat di Masjid Quba itu, yang menurutnya  harus disampaikan kepada Fadly Robbi atau Obi. Karena Obi mahasiswa baru yang belum dikenalnya, akhirnya Baedowi ingat daerah asal yang disebutkan jamaah  haji tersebut, yaitu Tangerang- Banten. Maka ia pun mencai mahasiswa yang berasal dari Banten, maka ingat salah satu mahasiswa yang berasal dari Banten bernama Amin Mujahid.  Setelah itu Baedowi pun bertanya kepada Amin Mujahid, "Apakah Antum mahasiwa berasal dari Tangerang atau Banten?". Amin pun menjawab, "iya". "Adakah mahasiwa yang berasal dari Tangernag Bamten bernama Fadly Robbu?". Karena dari asal daerah yang sama, Amin Mujahid pun menjawab, "ya saya mengenalnya, dia mahasiwa baru." Lalu Baedowi meminta Amin Mujahid untuk mengantar Baedowi menemui Fadly Robby, "Saya ada amanah yang harus saya sampaikan langsung pada Fadly Robby". Katanya serius.

Dengan sedang hati Amin pun mengantarkan kakak seniornya itu menemui Fadly Robbi (Obi). Setelah saling bertemu dan berkenalan, Baedowi pun menyampaikan amanahnya kepada Obi, "Kemarin, saat ana bertugas menyampaikan penyuluhan (tau'iyyah) kepada jamaah haji asad Indonesia sekitar Mesjid Quba, ada seorang jamaah menitipkan salam buat Antum, kata dia, salam ya buat putra ana yang sedang kuliah di UIM juga, namanya Fadly Robbi, asal  dari Tangerang Banten." Mendengar penuturan Baedowi, Obi pun terheran, "Ana adalah anak orang itu?. Orang itu berkata salam buat putranya yang sedang kuliah di UIM..?" Baedowi berkata: "iya, makanya ana sampaikan langsung amanah ini kepada Antum". Obi pun tidak percaya seraya berkata, "Ayah ana sudah meninggal empat tahu lalu alias tahun 2006 !!"Lha sekarang sudah tahun 2010?. Tapi Baedowi menyampaikan isi amanah apa adanya. Lalu Obi pun penassaran hingga menanyakan ciri-ciri fisik sosok yang datang di mesjid Quba itu kepada Baedowi saat bertemu sosok yang mengaku ayahnya itu. Kemudian Baedowi menyampaikan ciri-ciri fisik yang sempat dia lihat saat bertemu dengan "orang asing" itu. Obi pun merasa ciri-ciri yang disebutkan Baedowi sama dengan ciri-ciri sosok ayahnya, termasuk saat Beedowi ditanya tentang ciri gaya bicara dan bahasanya pun mirip dengan ayah Obi.

Obi pun masih penasaran, lalu ia mengambil foto almarhum ayahnya yang ia bawa ke Medinah saat keberangkatannya dari Indonesia ke Arab Saudi. Begitu Obi perlihatkan foto bergambar ayahnya kepada Baedowi, Baedowi pun tambah yakin bahwa orang yang datang di Quba itu sama  mirip dengan gambar dalam foto itu. "Iya ini orangnya yang datang ke saya saat di Quba dan menitip salam buat putranya di UIM yang ternyata adalah Antum sendiri". (cerita pun selesai)

Lalu Obi berkata kepada saya (penulis cerita): "Oleh karena itu ustadz..(memanggil saya ustazd), ana jadi berteman sangat akrab dengan Amin Abdullah, berkat perantara kejadian tersebut. Amin Abdullah kini sedang melanjutkan kuliah di program S3 (doktoral). Dan saat ana menelpon dia di Madinah ini, langsung dia menjemput ana dan keluarga serta teman yang berhaji saat ini, gmenajak ana jalan-jalan keliling Madinah. Dan saat kami mengobrol di dalam mobilnya , kami masih mengenang ngobrolin  awal berkenalan dan menjadi kawan akrab hingga sekarang.

Catatan:

  • Peristiwa Obi, Baedowi dan Amin terjadi tahun 2010
  • Wafatnya KH, Abdul Syakur (ayah Obi) terjadi tahun 2006
  • Obi tamat dari UIM sampai S1 kini mengelola yayasan Asyukriyah 
  • Amin Abdullah kini melanjutkan studinya di program S3 di UIM
  • Baedowi selesai S3 dan kini sudah berkarir di Indonesia
(Madinah. Hotel Maden Ar-Rawda, Ahad 10 Mei 2026)





Rabu, 18 Maret 2026

Alumni Pesantren Daarul Rahman Angkatan 11: Setelah 36 Tahun, Kembali Beribadah Bersama di Ramadhan 1447 H/2026 ini

Sholat Taraweh Bersama
Tangsel - Para alumni Pondok Pesantren Daarul Rahman Angkatan ke 11 yang lulus pada tahun 1990 lalu mengadakan serangkaian acara ibadah yakni berupa Bukber (buka puasa bersama), Shalat taraweh, kultum dan khotaman al-Quran bersama pada Sabtu 14 Maret 2026 lalu di Pondok Pessantren Al-Adzkar Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Acara ini mengingatkan mereka pada 36 tahun lalu saat masih mondok di Pesantten Daarul Rahman Jakarta, saat mereka bertaraweh bersama, berpuasa bersama, mendengar kultum bersama, serta bertadarus al-Quran bersama. Bahkan yang unik dari acara tersebut adalah saat melaksanakan Taraweh bersama, yang menjadi imam pun bergantian, maklum di antara mereka sudah menjadi ustdaz/kiyai/tokoh masyarakat di daaerah masing-masingnya. 

Khotaman al-Quran Bersma
Terekam saat dilaksanakan sholat Isya dan Taraweh, yang menjadi Imam shalat Isya adalah Ust. TB. Masnun. Sedangkan yang menjadi imam taraweh secara bergantian tiap dua rakaat adalah Ust. Andi Awaludin, Ust, Alex Muda, Ust Malhan, Ust. Ma'ruf dan ditutup sholat witir dipimpin oleh Ust. Malhan.

Usai shalat Taraweh diadakan Kultum (Kuliah Terserah Antum) yang disampaikan oleh KH. Muhammad Jamhuri yang mengajak teman-teman yang hadir untuk bersyukur kepada Allah bahwa "Kita masih diberi nikmat sehat dan kesempatan sehingga masih dapat bertemu dengan  bulan Ramadhan tahun ini." Ujarnya sambil berkisah riwayat sahabat Thalhah bin Ubaidillah yang bermimpi melihat dua sahabat lainnya, namun dari dua sahabat itu salah satunya wafat  di medan jihad, Sedangkan yang lainnya selamat dan hidup hingga bertemu dengan Ramadhan kembali, lalu.  Thalhah yang bermimpi melihat kedua sahabatnya tersebut, merasa heran. pasalnya justru sahabat yang wafat bukan karena jihad malah masuk surga di tingkatan yang lebih tinggi dari pada sahabatnya yang wafat fi sabilillah di medan jihad. Saat bertemu Rasulullah saw, dijelaskan, bahwa sahabat yang ikut berjihad namun usianya masih bertemu kembali dengan bulan Ramadhan, itu mendapat surga yang lebih tinggi, karena kemuliaan Ramdahan dan beliau mengisinya dengan baik. "Itulah kemuliaan Ramdahan yang pahala beribadah di dalamnya dilipat gandakan oleh Allah swt." Tambah Jamhuri. "Maka kita yang dipertemukan kembali dengan Ramadhan patut bersyukur" Katanya

Tempat acara "Reuni Ibadah" diadakan di Pesantren Al-Adzkar Pamulang dengan pimpinannya KH. Ali Rahmat, Lc. MA. yang juga alumni Daarul Rahman Angkatan ke 11 tahun 1990. Beberapa alumni dari angkatan 11 yang hadir dan kini berkicumpang dalam dunia pesantren adalah:

  1. KH. Ali Rahmat, Lc. MA: Pimpinan Pesantren Al-Adzkar Pamulang Tangsel
  2. KH. Muhammad Jamhuri, Lc.MA: Pimpinan Pesantren TEI Multaam Rumpin Bogor
  3. KH. Malhan SA: Pimpinan Pesantren Raudatun Nur, Cibadak Sukabumi
  4. KH. TB Masnus: Pengurus di Pondok Pesantren Nurani Jakarta & Bogor
  5. Ust. Andi Awaludin: Pengurus di Pesantren di Dieng Wonosobo-JawaTengah
  6. Ust. Zakyi Abdul Mutollib; Pengurus di Pondok Pesantren Daarul Rahman
Sedangkan alumni lainnya tersebar di berbagai profesi dan usaha. Alhamdulillah, jadi santri itu berkah..

Jumat, 21 November 2025

FILOSOFI "GUSJIGANG" PADA JENANG KUDUS "MUBAROK"

Toko dan Museum Jenang Mubarok, Kudus
Saya kenal Jenang Kudus (dodol Kudus) sejak 30 tahun lalu saat masih duduk di MTs di pesantren Daarul Rahman Jakarta.

Saat itu, jika kawan saya asal Kudus mudhif (dikunjujgi keluarganya) atau saat pulang liburan, mesti saya dapat oleh2 berupa jenang kudus MUBAROK. Di antara teman-teman asal Kudus itu antara lain, Miqdad Niazi (allahu yarhamuh), Istiqo, Malhan dan Nasyrudin Abdullah (kini pengasuh Pesantren Daarusy Syifaa Kudus).
Generasi Pertama Mubarok
Tapi baru semalam (21/11/2020), saya dapat sempat mengunjungi Pusat Belanja Jenang Kudus Mubarok. Di sana dijual berbagai aneka rasa dan jenis jenang Mubarok. Bukan hanya itu, di lantai 2 gedung Pusat Belanja Jenang Mubarok ini, konsumen dimanjakan juga dengan melihat-lihat sejarah perjalanan usaha Jenang Mubarok ini..Sejak generasi pertama hingga saat ini. Lantai 2 ini menjadi Museum Jenang Mubarok. Foto sejarah pengusaha jenang ini dipampang hingga alat-alat pembuatan jenangnya.
Bahkan miniatur perahu yg digunakan berhaji serta pesawat fokker untuk menyebarkan ilembar2 klan usahanya pun disimpan di museum ini.
Meski saya tertarik dengan benda-benda bersejarah usaha jenang ini tapi saya lebih tertarik lagi mottonya: GUSJIGANG. Yaitu 3 prinsip pengusaha dodol kudus ini yaitu: ba-GUS akhlaqnya, rajin nga-JI nya dan pinter da-GANG nya. yang memberi pesan agar kita berkhlak bagus, maju secara intelektual -ilmiah dan maju dalam ekonomi.