Rabu, 18 Maret 2026

Alumni Pesantren Daarul Rahman Angkatan 11: Setelah 36 Tahun, Kembali Beribadah Bersama di Ramadhan 1447 H/2026 ini

Sholat Taraweh Bersama
Tangsel - Para alumni Pondok Pesantren Daarul Rahman Angkatan ke 11 yang lulus pada tahun 1990 lalu mengadakan serangkaian acara ibadah yakni berupa Bukber (buka puasa bersama), Shalat taraweh, kultum dan khotaman al-Quran bersama pada Sabtu 14 Maret 2026 lalu di Pondok Pessantren Al-Adzkar Pamulang, Tangerang Selatan, Banten.

Acara ini mengingatkan mereka pada 36 tahun lalu saat masih mondok di Pesantten Daarul Rahman Jakarta, saat mereka bertaraweh bersama, berpuasa bersama, mendengar kultum bersama, serta bertadarus al-Quran bersama. Bahkan yang unik dari acara tersebut adalah saat melaksanakan Taraweh bersama, yang menjadi imam pun bergantian, maklum di antara mereka sudah menjadi ustdaz/kiyai/tokoh masyarakat di daaerah masing-masingnya. 

Khotaman al-Quran Bersma
Terekam saat dilaksanakan sholat Isya dan Taraweh, yang menjadi Imam shalat Isya adalah Ust. TB. Masnun. Sedangkan yang menjadi imam taraweh secara bergantian tiap dua rakaat adalah Ust. Andi Awaludin, Ust, Alex Muda, Ust Malhan, Ust. Ma'ruf dan ditutup sholat witir dipimpin oleh Ust. Malhan.

Usai shalat Taraweh diadakan Kultum (Kuliah Terserah Antum) yang disampaikan oleh KH. Muhammad Jamhuri yang mengajak teman-teman yang hadir untuk bersyukur kepada Allah bahwa "Kita masih diberi nikmat sehat dan kesempatan sehingga masih dapat bertemu dengan  bulan Ramadhan tahun ini." Ujarnya sambil berkisah riwayat sahabat Thalhah bin Ubaidillah yang bermimpi melihat dua sahabat lainnya, namun dari dua sahabat itu salah satunya wafat  di medan jihad, Sedangkan yang lainnya selamat dan hidup hingga bertemu dengan Ramadhan kembali, lalu.  Thalhah yang bermimpi melihat kedua sahabatnya tersebut, merasa heran. pasalnya justru sahabat yang wafat bukan karena jihad malah masuk surga di tingkatan yang lebih tinggi dari pada sahabatnya yang wafat fi sabilillah di medan jihad. Saat bertemu Rasulullah saw, dijelaskan, bahwa sahabat yang ikut berjihad namun usianya masih bertemu kembali dengan bulan Ramadhan, itu mendapat surga yang lebih tinggi, karena kemuliaan Ramdahan dan beliau mengisinya dengan baik. "Itulah kemuliaan Ramdahan yang pahala beribadah di dalamnya dilipat gandakan oleh Allah swt." Tambah Jamhuri. "Maka kita yang dipertemukan kembali dengan Ramadhan patut bersyukur" Katanya

Tempat acara "Reuni Ibadah" diadakan di Pesantren Al-Adzkar Pamulang dengan pimpinannya KH. Ali Rahmat, Lc. MA. yang juga alumni Daarul Rahman Angkatan ke 11 tahun 1990. Beberapa alumni dari angkatan 11 yang hadir dan kini berkicumpang dalam dunia pesantren adalah:

  1. KH. Ali Rahmat, Lc. MA: Pimpinan Pesantren Al-Adzkar Pamulang Tangsel
  2. KH. Muhammad Jamhuri, Lc.MA: Pimpinan Pesantren TEI Multaam Rumpin Bogor
  3. KH. Malhan SA: Pimpinan Pesantren Raudatun Nur, Cibadak Sukabumi
  4. KH. TB Masnus: Pengurus di Pondok Pesantren Nurani Jakarta & Bogor
  5. Ust. Andi Awaludin: Pengurus di Pesantren di Dieng Wonosobo-JawaTengah
  6. Ust. Zakyi Abdul Mutollib; Pengurus di Pondok Pesantren Daarul Rahman
Sedangkan alumni lainnya tersebar di berbagai profesi dan usaha. Alhamdulillah, jadi santri itu berkah..

Jumat, 21 November 2025

FILOSOFI "GUSJIGANG" PADA JENANG KUDUS "MUBAROK"

Toko dan Museum Jenang Mubarok, Kudus
Saya kenal Jenang Kudus (dodol Kudus) sejak 30 tahun lalu saat masih duduk di MTs di pesantren Daarul Rahman Jakarta.

Saat itu, jika kawan saya asal Kudus mudhif (dikunjujgi keluarganya) atau saat pulang liburan, mesti saya dapat oleh2 berupa jenang kudus MUBAROK. Di antara teman-teman asal Kudus itu antara lain, Miqdad Niazi (allahu yarhamuh), Istiqo, Malhan dan Nasyrudin Abdullah (kini pengasuh Pesantren Daarusy Syifaa Kudus).
Generasi Pertama Mubarok
Tapi baru semalam (21/11/2020), saya dapat sempat mengunjungi Pusat Belanja Jenang Kudus Mubarok. Di sana dijual berbagai aneka rasa dan jenis jenang Mubarok. Bukan hanya itu, di lantai 2 gedung Pusat Belanja Jenang Mubarok ini, konsumen dimanjakan juga dengan melihat-lihat sejarah perjalanan usaha Jenang Mubarok ini..Sejak generasi pertama hingga saat ini. Lantai 2 ini menjadi Museum Jenang Mubarok. Foto sejarah pengusaha jenang ini dipampang hingga alat-alat pembuatan jenangnya.
Bahkan miniatur perahu yg digunakan berhaji serta pesawat fokker untuk menyebarkan ilembar2 klan usahanya pun disimpan di museum ini.
Meski saya tertarik dengan benda-benda bersejarah usaha jenang ini tapi saya lebih tertarik lagi mottonya: GUSJIGANG. Yaitu 3 prinsip pengusaha dodol kudus ini yaitu: ba-GUS akhlaqnya, rajin nga-JI nya dan pinter da-GANG nya. yang memberi pesan agar kita berkhlak bagus, maju secara intelektual -ilmiah dan maju dalam ekonomi.

Selasa, 01 April 2025

Kisah Nyata: Wanita Pembenci Poligami Nabi, Langsung Ditegur Nabi

Seperti biasa, menjelang bis tiba di Madinah, sang ustadz pembimbing jamaah umroh mengumumkan dalam bis bahwa esok pagi agenda acaranya adalah ziarah ke makam Rasulullah saw dan dua sahabatnya Abu Bakar dan Umar bin Khattab ra serta shalat di Raudhah. 

Paginya setelah sarapan,  jamaah pun sudah berkumpul di lobby hotel bersiap untuk berangkat ke masjid Nabawi.  Sambil menunggu jamaah lain,  seorang wanita muda yg merupakan salah satu jamaah umroh yang berangkat tanpa suami dan keluarganya mendekati sang ustadz pembimbing,  seraya berkata seloroh,  "Pak ustadz,  sebenarnya saya tidak mau berziarah ke makam Nabi nih.. 

Dengan rasa heran,  sang ustadz itu berkata,  "Kenapa bu?, justru sebelum kita ziarah ke mana-mana,  kita ziarah ke makam Nabi dulu. "

"Saya tidak suka Nabi karena Nabi berpoligami, pak ustadz.  Saya tidak setuju laki-laki berpoligami. Tapi... Ya... Karena ini umroh pertama saya,  saya ikut aja sekalian pengalaman pertama. " Jawab wanita itu. 

Jamaah pun berangkat. Yang pria dibimbing ustadz,  dan yang wanita dibimbing ustadzah dari muqimin di sana. 

Setelah antri di Raudhah yang melelahkan,  jamaah pun berhasil shalat di Raudah dan berziarah ke makam Rasulullah saw dan dua sahabat beliau ; Abu Bakar dan Umar bin Khattab yang makam bersandingan.

Saat pulang ke hotel,  wanita ini izin tidak pulang dan ingin duduk-duduk di dalam masjid hingga terkantuk-kantuk dan tertidur. Dalam tidurnya dia bermimpi didatangi Rasulullah saw dan menasehatinya agar jangan lagi menghina atau membenci ajaran Allah dan Rasul-Nya.  Dalam mimpi itu juga Rasulullah saw menyampaikan bahwa setiap mukmin yang membaca salam kepadanya maka akan dijawab oleh beliau. 

Singkat cerita,  usai menunaikan umroh, ziarah Madinah dan kembali ke Tanah Air, wanita ini bercerita kepada suaminya bahwa ia sempat bertemu dengan Nabi dalam mimpinya.  Suaminya yang sudah mengetahui watak istrinya itu, meragukan mimpi istrinya itu,  dan dianggapnya guyon atau mengarang. Sebab suaminya tahu bahwa istrinya sangat benci dengan poligami termasuk poligami Rasulullah yang memiliki istri lebih dari satu. 

Wanita itu berkata,  "Kalau kau mau bukti,  Rasulullah saw akan datang kesini menjawab salamku. " Mendengar tantangan itu,  suaninya mempersilakannya. 

Wanita itu pun membaca salam kepada Rasulullah saw,   "Assalamu alaika ya Rasullah... ". Dan tidak lama berselang, tiba-tiba suaminya jatuh pingsan. Setelah beberapa waktu diistirahatkan, suaminya kembali bangun dan sadar.  Ketika ditanya,  kenapa kamu pingsan tadi?  Dia menjawab, "Aku melihat seorang lelaki berparas putih dan ganteng yang bersinar-sinar menjawab salam-mu"

(diceritakan oleh pembimbing umroh kepada sesama pembimbing umroh)

Jamhuri,  Madinah 13 Nopember 2017