Minggu, 01 November 2026

Catatan Perjalanan Ke Mesir Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2026

Cairo - Berikut catatan perjalanan kami ke Mesir bersama rombongan MUI dalam program Pengembangan Wawasan Da'i Internasional (PWDI) yang berlangsung 28 Oktober - 8 Nopember 2026

A. MENDARAT DI BUMI KINANAH DISAMBUT ALUMNI PESANTREN TEI MULTAZAM DI AIRPORT CAIRO

Alhamdulillah setelah melakukan penerbangan dari Jakarta ke Cairo selama 11 jam, akhirnya tiba di
Airport Cairo Mesir. (28 Oktober 2026)
Kedatangan Kami disambut anak-anak kami para Alumni Pesantren Multazam yg sedang kuliah di Universitas Al-Azhar Cairo. Semoga kami dan mereka sukses dunia akhirat. Aamin

B. KEGIATAN PWDI MUI DIBUKA DI KEDUBES INDONESIA CAIRO

Sore Hari pertama kegiatan PWDI MUI dibuka di Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Cairo, dihadiri para pejabat kedubes serta diisi materi tentang kondisi geopolitik di Timur Tengah


C. DI UNIVERSITAS AL-AZHAR CAIRO
Kami Rombongan Peserta “Pengembangan Wawasan Da’i Internasional MUI” PWDI MUI diterima oleh Ketua Akademi Al-Azhar Internasional Syaikh Hasan Sholah al-Shogiri di ruang pertemuan yang sekaligus akan melantik para calon Dai dan Mufti dari beberapa negara yang telah mengikuti
dauroh (pelatihan) di akademik itu.
Beliau menekankan pentingnya menampilkan Islam dengan wajah citra yang baik di tengah masyarakat.
“DIplomasi keagamaan” itulah diantara misi MUI memgadakan kegiatan PWDI ini. Al Azhar dikenal sebagai pusat keilmuan Islam di dunia. Meskipun ia tetap mempertahankan tradisi keilmuan masa lalu, Al-Azhar mampu menjawab perkembangan zaman yang begitu cepat.

D. DI PYRAMIDA GIZA MESIR
Cairo, 31 Oktober 2026
Konon Firaun yang sombong menantang Tuhan nabi Musa dengan membangun gedung tinggi agar dapat melihat Tuhan Musa dan menantangnya. Tapi pada akhirnya tujuan itu tidak berhasil dan Pyramida yang dibangunnya menjadi temple (kuil) tempat ibadah yg di dalamnya terdapat jenazah para raja Fara’o (Firaun) yang dianggap Tuhan.
Bukan hanya Pyramida yang kini lestari, tapi juga jenazah Firaun (Ramses Ii) pun Allah lestarikan sebagai ibroh (pelajaran) utk generasi setelahnya, pelajaran yang dapat kita petik adalah bahwa
  • Sekuat apapun raja, tetap ada ajalnya (masa expire nya)
  • Membangun inprastruktur sehebat apapun bukan nilai sebuah kemajuan dan keberhasilan jika dilakukan dengan kezaliman
  • Mengaku sebagai penguasa apalagi sebagai Tuhan satu-satunya adalah kerendahan itu sendiri
E. PERTEMUAN DENGAN PARA ALUMNI PESANTREN TEI MULTAZAM DI CAIRO

Sudah sekitar 10 alumni Pesantren TEI Multazam saat ini yang berada di Cairo Mesir sedang kuliah di Universitaas Al-Azhar Cairo.
Mengetahui saya dan istri sedang di Cairo mereka minta waktu untuk bertemu dan melepas rindu.
Setelah cari-cari waktu dari jadwal itenerary tour, maka disepakatilah hari Jumat 31 Oktober 2026 bakda Ashar. Pertemuan pun dilakukan di rumah makan Indonesia di Cairo. Dengan menu nasi liwet, pepes ayam, bakso cuangki serta bakso Unta, kami mengobrol sambil berbagi cerita, sekaligus disisipi nasehat-nasehat.
Salah satu alumnus bernama Putri Andini memberi karya buku perdananya kepada saya tentang Pengembangan Diri, dia kuliah di al-Azhar semester 5 dan ikut kuliah online dengan perguruan ringgi yang berpusat di Kanada dengan menggunakan bahasa inggris, jurusan Psikologi.
Semoga semua alumni Pesantren TEI Multazam sukses dunia akhirat . Aamiin

F. BERZIARAH KE MAKAM IMAM HUSEIN, IMAM SYAFI’I, IMAM ZAKARIA AL-ASHORI DAN SAYIDAH NAFISAH

Di Cairo, kami berziarah kepada mereka. yaitu:
1. Imam Husein adalah cucu Nabi saw
2. Imam Sayfii pembangun mazhab Syafii dalam fiqih
3. Imam Zakaria al-Anahori ulama Syafiiyah
4. Sayidah Nafisah guru Imam Syafii, dan dzurriyah Rasulullah saw
ada satu doa yang saya lantunkan (setelah memberi salam dan mendoakan ahli kubur):
اللهمّ علِّمْ اوْلادي وذُرّيّتي وطُلَّابي و طالِباتي مِنْ لَدًنْك علْمًا كما علّمْتَ الامام الشافعي والامام زكريا الانصاري و كما علمْتَ السيدة نفيسة من لدنك علمًا. آمين
Ya Allah, ajarkanlah anak-anak dan murid-murid kami dari sisi-Mu ilmu, sebagaimana Engkau ajarkan Imam Syafii, Imam Zakaria al Anshori dan Sayidah Nafisah ilmu dari sisi-Mu. Aamin

G. BERKUNJUNG DAN BERZIARAH DI ISKANDARIYAH
Sabtu 31 Oktober 2026 kami berkunjung ke majlis Maulana Muhammad A’la Musthofa "Mimbar al-Siroj" di daerah Iskandariyah (Alexandaria), beliau adalah murid dari Syaikh Abdul Baits al-Kattani yang hafal kitab Shahih al Bukhori. Kami mendapat doa dan ijazah dari beliau, terutama ijazah hadis almusalsal bil awwaliyah dan al musalsal bil mahabbah.
Orangnya ramah dan murah senyum, menjemput kami sejak turun dari kendaraan hingga kembali naik kemdaraan yang jaraknya antara tempat berhenti bis dan rumahnya sekitar 300 m, padahal jika beliau perintahkan santrinya untuk menjemput kedatangan kami maka mereka pasti
akan siap diperintah, tapi beliau sendiri yang menjput dan mengantar kami. Bahkan kami disuguhi makan siang dan diberi kitab-kitab karya beliau.
Usai berkunjung, kami berziarah ke makam Abul Abbas al Mursi dan muridnya Imam Busyiri penulis Shalawat Burdah yang masyhur dibaca di Indonesia. Semuanya (makam mereka) ada di kawasan al-Islkandariyah (Alexandaria), wilayah yang berada di tepi laut Mediterian.

Sholawat Burdah yang terkenal itu antara lain berbunyi:
مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَآئِــمًا أَبَـدًا ۞ عَلَى حَبِيْبِـكَ خَيْــرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ
Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu rahmat takzim dan keselamatan atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk

(to be continued..)



Tidak ada komentar: