Senin, 03 Juli 2023

HUKUM SUNAH TIDAK MEMOTONG KUKU DAN MENCUKUR RAMBUT DI 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH HANYA BERLAKU BAGI YANG BERQURBAN DAN TIDAK SEDANG BERHAJI

Saat memberi pengarahan manasik haji di Makkah
Tersebar pesan WA yang menjelaskan anjuran dan sunnahnya TIDAK MEMOTONG KUKU DAN RAMBUT mulai 1 Dzulhijjah hingga 10 Dzulhijjah membuat ragu para jamaah haji, baik yang berqurban maupun yang tidak niat berqurban.

Di sini kami mencoba menjelaskan:
1. Hadist-hadist dan penjelasan tentang anjuran dan sunnahnya TIDAK MEMOTONG KUKU DAN MENCUKUR RAMBUT tersebut berlaku bagi yang berniat dan bermaksud akan berqurban di hari raya Idul Adha dan/atau Ayyamutttasyriq nya (10-11-12-13 Dzulhijjah). Hikmahnya agar mereka merasakan hari-hari itu seperti jamaah haji yang sedang ihrom, karena kebanyakan di 10 hari awal Dzulhijjah adalah puncak jamaah haji berdatangan, baik dalam bentuk haji tamattu’, qiron atau ifrod. Dalam kondisi ihrom jamaah dilarang potong kuku dan cukur rambut. Sehingga orang yang berqurban di Tanah Air ikut merasa membersamai para jamaah haji, walau jika mereka melangggarnya tidak dikenai dam (denda pelanggaran). Karena sifatnya hanya sukarela (sunah/tathowwu')
2. Kesunnahan di atas tidak berlaku bagi orang yang tidak sedang atau akan berqurban. Sebab berqurban terjadi di tanggal 10 DUlhijjah atau setelahnya, juga dirasakan oleh jamaah haji yang telah wukuf dan mabit di Muzdalifah serta melontar jumroh atau tawaf ifadoh dan CUKUR RAMBUT (bertahallul) yang menandakan telah tahallul. Sedangkan orang yang tidak sedang berqurban tidak seperti bersama jamaah haji. Karena orang yang berhaji dapat memulai menyembelih kambingnya (qurban atau hadyu) pd hari nahar (10 Dzulhijjah) juga.
3. Kesunnahan TIDAK MEMOTONG KUKU DAN MENCUKUR RAMBUT di 10 hari pertama Dzulhijjah TIDAK BERLAKU juga BAGI JAMAAH HAJI. Karena ulama sepakat saat akan ihrom haji jamaah haji dianjurkan bersih-bersih dengan potong kuku, cukur rambut (bulu ketiak, bulu kemaluan) dan mandi.
4. Jamaah haji juga TIDAK DISUNNAHKAN BERPUASA DI HARI ARAFAH, bahkan para ulama sepakat bahwa hal ini menjadi makruh bagi jamaah haji, karena hal itu akan mengurangi kekhusyuan ibadah WUKUF yang menjadi INTI HAJI jika dilakukan dalam keadaan berpuasa.
5. Berpuasa Arafah disuannahkan bagi orang yg tidak sedang berhaji, baik dia sdg berqurban atau tidak, agar mrk ikut merasakan saudaranya yang berhaji dan sedang berwukuf di Arafah

Wallahu a’alam

Mahkota-nya Dia Relakan Terlepas: Keutamaan Cukur Gundul Ketimbang Memendekkan Rambut

dr. Wid dengan rambut gondrong
Namanya Dr. Widya Sista Prima dipangggil dokter wiwit. Sejak kecil belum pernah cukur gundul. Bahkan ia pelihara hingga rambutnya seperti dalam gambar kiri. “Dulu sejak kecil, ayah saya melarang menggundul kepala saya.” Kisahnya.

Tahun ini ia berhaji sebagai Petugas kesehatan di rombongan jamaah haji PT. Malika. Saya memprovokasi nya agar saat tahallul haji nanti rambutnya dicukur pelontos, karena jamaah haji yang cukurnya pelontos (muhalliqiina ru’usahum) didoakan nabi 3 x lebih dari pada cukur stik (muqosshirin). Ia pun bertekad memplontos kepalanya, bahkan bernadzar, kali ini, di haji ini, akan mencukur habis rambut kepalanya.
Dan benar, tepat setelah melontar jumroh Aqobah,?kami tidak kembali ke kemah tapi langsung menuju Barber Shop di Mina,. Dengan biaya cukur SR.35 rambut kami pun hilang..

لتدخلن المسجد الحرام ان شاء الله آمنين محلقين رؤوسكم ومقصرين لا تخافون
dr. Wid setelah tahallul botak gundul
Kamu akan masuk Masjidil Haram dengan damai insya Allah sambil mencukur dan memotong rambut kamu
Keutamaan Cukur Gundul Ketimbang Memendekkan Rambut Saat Tahallul.
عن عبد الله بن عُمر رضي الله عنهما عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: «اللَّهُمَّ ارحم الْمُحَلِّقِينَ. قالوا: والْمُقَصِّرِينَ يا رسول الله؟ قال: اللهم ارحم الْمُحَلِّقِينَ. قالوا: والْمُقَصِّرِينَ يا رسول الله؟ قال: اللهم ارحم الْمُحَلِّقِينَ. قالوا: والْمُقَصِّرِينَ يا رسول الله؟ قال: والْمُقَصِّرِينَ».
[صحيح] - [متفق عليه]
Dari Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda, "Ya Allah! Rahmatilah orang-orang yang mencukur (menggundul rambutnya). Mereka berkata, "Dan yang memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?" Beliau mengucapkan, "Ya Allah! Rahmatilah orang-orang yang mencukur gundul." Mereka berkata lagi, "Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?" Beliau mengucapkan, "Ya Allah! Rahmatilah orang-orang yang mencukur. Gundul" Mereka berkata lagi, "Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?" Beliau mengucapkan, "Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya." (Muttafaqun 'Alaih).
Gambar:
Kiri: Dr. Wiwiit sebelum dicukur berkacamata. Kanan: setelah dicukur

Seni Menjemput Kematian

Kematian pasti datang pada setiap manusia yang bernyawa. Namun bagaimana cara maut menjemput kita, atau kita menjemput kematian? Itu memiliki seni (baca: cara) tersendiri.

Sebagai contoh almarhum Paimin yang berangkat haji tahun ini (2023). Beliau wafat tepat setelah prosesi wukuf di Arafah usai. Setelah shalat zhuhur-Ashar jamak takdim, khutbah wukuf dan zikir wukuf selesai, dua jam setelah itu beliau dipanggil Allah swt.
Ketika saya melihat istrinya begitu tegar dan kuat menghadapi musibah ini. Isterijya bercerita, “Ini sudah menjadi cita-cita bapak sejak dahulu. Beliau pernah berkata ingin wafat di tempat yang mulia. Saat ibadah haji.”
Jenazah beliau saat dikafani tidak ditutup kepalanya seperti pocong umumnya jenazah, karena beliau dalam kondisi masih ihrom. Dan akan dibangkitkan di alam kuburnya dalam keadaan sedang ihrom. Suatu episode akhir yang baik (husnul khotimah).
Lain lagi dengan almarhumah ibu Narsi, beliau malah diwafatkan Allah setelah merampungkan semua prosesi ibadah hajinya. Tepat beberapa waktu seusai thawaf ifadhoh (rangkaian akhir ibadah haji) beliau pun dipanggil Allah. Sebenarnya, beliau seharusnya pergi haji sejak tahun kemarin bersama suaminya, tapi karena masih dalam keadaan sakit maka tidak bisa berangkat. Hanya suaminya yang bisa haji sendirian tahun lalu. Tahun ini bulat tekadnya untuk berhaji, dan suaminya pun merelakan berangkat tanpa didampinginya. “jannah.....jamnah..…insya Allah..” ujar satpam wanita Arab berpakaian merah kecoklatan di Mall Clock Tower yang membantu evakuasi almarhumah ke rumah sakit Ajyad di hotel Shofwah usai almarhumah thawaf ifadhoh di masjidil Haram dengan menggunakan roda dorong
Ya Allah ikhtim lanaa bi husnil khotimah..